LAVA TOUR ANGGOTA LUAR BIASA GOVA

LAVA TOUR ANGGOTA LUAR BIASA GOVA

TUA-MUDA BERSATU TANPA LEKANG WAKTU

Pada hari Sabtu-Minggu tanggal 26-27 November 2016 lalu, Anggota Luar Biasa GOVA mengadakan acara Tour bersama Lava Tour Merapi. Acara tersebut diadakan di 3 tempat, yaitu Sungai Progo, Puri  Cangkringan, dan Kawasan lereng Gunung Merapi. Acara tour ini dibuka dengan pengarungan sungai Progo bersama Anggota Luar Biasa Gopala Valentara serta 2 orang Anggota (Bagas Pandu & M. Amin El-Fajri)dan 1 Anggota Muda (Eufrasia Nadia). Pengarungan menggunakan 7 buah perahu berukuran medium. Derasnya arus sungai Progo yang kala itu diguyur hujan deras membuat pengarungan tersebut semakin menantang. Debit air yang deras serta berbagai variasi jeram dengan bebatuan dan kelokan tajam membuat teriakan rombongan pengarung memecah derasnya suara air. Segala teknik dayungan di praktekkan di sini, sembari mengingat kembali waktu melakukan pengarungan yang sama puluhan tahun silam. Walaupun teknik para Anggota Luar Biasa sudah tak seelok dulu, namun semangat yang berapi-api masih sama. Gelak tawa dan senyuman mereka belum luntur jua. Setelah mencapai finish point, kami beristirahat sejenak sembari melakukan persiapan menuju villa di daerah Cangkringan, Yogyakarta, untuk melakukan reuni bersama Anggota aktif lainnya.

lava-tour-2
Anggota Luar Biasa yang mengarungi sungai Progo Tengah

Pukul 17:30 WIB, 8 orang rombongan Anggota (Aditya Putra, Dyah Ekawati, Ferry Zulaiha, Anditya Gilang, Tri Kusumawardani, Indah Safitri, Swesti Hapsari, dan Timotius Clement) serta 4 orang Anggota Muda (M. Rafly, Lestari Dewi Savitri, Elinda Nur Hidayat, dan Krismona Dewi) tiba di villa itu. Sambil menunggu rombongan dari Sungai Progo tiba ke sini, kami bersantai sejenak menikmati hawa dingin ditemani teh hangat dalam gelas kaca itu. Kurang lebih 2 jam kemudian, rombongan para pengarung Progo pun tiba. Tak berapa lama, acara sarasehan pun dimulai seiring musik dari orkes Melayu melantun. Banyak sekali hal yang kami ceritakan disini, diantaranya adalah pengenalan pada angkatan pendiri GOVA, kisah masa lalu saat berada di GOVA, suka dan duka kala mereka (Anggota Luar Biasa) masih bersama menjalankan kepngurusan GOVA, dan masih banyak lagi. Cerita yang kami dengar dari mereka membuat senyum di pipi kami merekah. Setelah puluhan tahun berpisah, mereka masih saja bergurau hangat, bagaikan keluarga sendiri yang ditemuinya tiap hari. Sungguh luar biasa memang, rasa kekeluargaan itu tak pernah rapuh termakan jaman. Hal inilah yang membuat kami, para Anggota aktif, kagum dengan GOVA dan seluruh keluarga besarnya. Sekitar pukul 21:00 WIB, rombongan 2 Anggota (Faradian Ilham & Dewangga Bangun) dan 1 Anggota Muda (Ida Andira Martinez) datang menyusul, membawa oleh-oleh pakaian basah yang mereka kenakan selama perjalanan. Acara berlangsung hingga larut malam. Tentunya kami harus beristirahat karena Tour Jeep ke daerah lereng Merapi akan dimulai pagi-pagi.

66
Obrolan hangat bersama minuman hangat, mantab!
lava-tour-4
Sarasehan ditemani rintik hujan

Minggu, pukul 05:30 WIB pun kami bangun, sembari memakan makanan kecil sebelum berangkat. Di luar gerbang, kami disambut dengan 10 Jeep Off-Road yang siap membawa kami melintasi jalan setapak bebatu lereng Merapi. Setelah semua Anggota Luar Biasa dan Anggota menaiki Jeep, kami pun berangkat pada pukul 06:00 WIB. Tujuan pertama kami adalah Bunker Kaliadem, yaitu tempat perlindungan warga sekitar dari letusan Merapi. Tempat ini menyisakan kisah tragis. Pada letusan Merapi tahun 2010 lalu, 2 orang warga berlindung pada bunker tersebut untuk menyelamatkan diri. Namun, panasnya suhu Wedhus Gembel menembus tembok tebal dan 2 lapis pintu baja bunker, sehingga mereka tewas seketika dalam bunker. Tujuan kedua kami adalah batu alien. Nama batu alien diambil dari nama sebuah batu besar hasil dari erupsi Merapi, yang bentuknya merupai wajah seorang manusia, lengkap dengan mata, hidung, dan mulutnya.

dsc_0356
Jeep Tour bersama Lava Tour Merapi

Kemudian tujuan ketiga kami adalah rumah warga yang terkena Wedhus Gembel yang sekarang dijadikan museum kecil. Disana kami melihat betapa ganasnya erupsi Merapi kala itu, yang meluluh-lantahkan tembok tebal beserta seluruh isi di dlamanya. Hanya dengan melihat kerusakan tersebut, terbayang di benak kami betapa dahsyatnya amukan dari sang Merapi. Setelah usai, kami pun kembali ke villa , untuk bersiap pulang bertemu keluarga di rumah kami masing-masing. Kebersamaan kami kala itu menjadi momen yang akan selalu kami ingat, sampai kapanpun.

Oleh: Aditya Putra, NRA. GV-271/XXX

lava-tour-5
ALB dan Anggota foto bersama di Bunker Kaliadem
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s