MANAJEMEN PERJALANAN

MANAJEMEN PERJALANAN, TEKNIK PENUNJANG PETUALANGAN

manajemen-pendakian

I. Perencanaan Perjalanan

Kegemaran untuk berpetualang di alam bebas banyak dilakukan oleh kalangan pecinta alam bahkan oleh masyarakat umum. Untuk melakukan kegiatan tersebut diperlukan perencanaan yang profesional agar resiko yang terjadi dapat ditekan sekecil mengkin dan hasil yang dicapai akan maksimal.

Perencanaan merupakan persiapan tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Perencanaan suatu kegiatan hatus disusun secara sistematis dan rasional.

Manfaat dari perencanaan adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan gambaran secara menyeluruh tentang hal yang berkaitan dengan kegiatan.
  2. Memberi arah pelaksanaan kegiatan.
  3. Menghindari kekeliruan pelaksanaan kegiatan.
  4. Membatasi ruang gerak dan waktu agar efisien dan efektif.
  5. Dapat dimanfaatkan untuk pengawasan dan evaluasi.

Dalam suatu perencanaan perjalanan harus ditentukan unsur-unsur dari kegiatan tersebut sehingga dapat memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan. Unsur-unsur tersebut antara lain:

  1. Tujuan Kegiatan
  2. Persiapan

Persiapan yang dapat dilakukan sebelum perjalanan antara lain:

a. Persiapan Kesehatan

Kesehatan merupakan kunci tercapainya maksud suatu perjalanan, sebab dalam seluruh perjalanankondisi fisik sangat menentukan kecepatan dan ketepatan berfikir dan reflek seseorang. Dalam keadaan sehat, seseorang dapat berpikir dengan cepat dan tepat sehingga segala sesuatu yang dilakukannya dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian bahaya dapat dihindarkan

b. Persiapan Kelengkapan

Perlengkapan sangat diperlukan dalam suatu perjalanan, karena perlengkapan merupakan alat bantu yang keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari suatu perjalanan. Perlengkapan yang dibutuhkan dalam melakukan kegiatan alam bebas antara lain:

  • Alat Navigasi : Peta, Kompas, Altimeter, GPS,dll
  • Alat Mountaineering : Tali, Harness, Carabiner, dll
  • Alat Komunikasi : HT, HP, Peluit, dll
  • Alat Survival : Pisau Komando, Korek, dll
  • Perlengkapan lain : Logistik, Obat-obatan, dll
img_0014
Siapkan peralatan dengan lengkap dan sesuaikan medan yang akan ditempuh

II. Bahaya-Bahaya dalam Perjalanan

Harus disadari bahwa dimanapun kita berada ancaman bahaya selalu ada. Oleh karena itu perlu dilakukan langkah-langkah sebagai antisipasi untuk meminimalisir terjadinya bahaya.

Bahaya dapat dibagi dua bagian, yaitu:

a. Bahaya Subyektif

Bahaya subyektif adalah bahaya dari resiko yang dikendalikan oleh pribadi kita sendiri. Hal utama yang mempengaruhinya adalah kurangnya pengalaman dan persiapan yang merupakan salah satu penyebab terjadinya kecelakaan.

 b. Bahaya Obyektif

Bahaya obyektif adalah bahaya yang terjadi karena faktor dari luar diri kita yang sulit kita kendalikan. Misalnya bahaya yang datang dari faktor alam seperti hujan, badai, dan juga bahaya yang datang dari faktor makhluk hidup seperti gigitan ular dan binatang berbisa lain.

Akan tetapi dengan perlengkapan yang mendukung kita bias mengantisipasi bahaya tersebut sehingga tidak begitu menggangu perjalanan. Misalnya jas hujan, sleeping bag dapat melindungi kita dari hujan dan cuaca dingin. Selain itu tembakau, garam dan obat anti racun dapat melindungi kita dari gigitan pacet, ular dan binatang berbisa.

 Berikut ini adalah pedoman keamanan selama perjalanan

  1. Menentukan rencana perjalanan atau jalur perjalanan dengan peta
  2. Jangan tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu
  3. Tetap berada dalam rombongan
  4. Melengkapi diri dalam rangka mengantisipasi situasi buruk
  5. Tidak melakukan tindakan sembrono yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain
  6. Memperhatikan cuaca
  7. Jika belum berpengalaman, lebih baik menggunakan pendamping dalam perjalanan
  8. Meninggalkan pesan setiap meninggalkan tempat
  9. Jika tersesat atau menemui masalah ditengah perjalanan hendaknya tidak panik dan diselesaikan bersama dengan kepala dingin
  10. Bergerak dengan tenang dan jangan membuang waktu dalam melakukan sesuatu

 

III. Kesehatan Perjalanan

Kesehatan perjalanan dapat diartikan sebagai keadaan berfungsinya organ-organ tubuh secara baik dan normal pada saat sebelum, selama, maupun setelah perjalanan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan perjalanan:

a. Faktor Fisik

Kegiatan alam bebas sangat membutuhkan kondisi fisik yang benar-benar prima. Seorang penggiat kegiatan alam bebas memerlukan ketahanan fisik dan kesehatan yang baik agar bisa melakukan kegiatan dengan baik pula.

Untuk memperoleh ketahanan fisik yang kuat tidak dapat dicapai hanya dalam waktu singkat, akan tetapi memerlukan latihan yang rutin dan teratur.

Cara yang paling baik untuk meningkatkan ketahanan fisik adalah dengan melakukan olah raga seperti jogging, aerobik, dan lain-lain.

b. Faktor Mental

Keseimbangan antara faktor fisik dan faktor mental sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perjalanan. Faktor mental biasanya berhubungan dengan motivasi seseorang untuk melakukan kegiatan. Dalam melakukan kegiatan alam bebas kita harus mempunyai kondisi mental yang baik.

c. Faktor Daya Tahan Tubuh

Faktor daya tahan tubuh seseorang dipengaruhi hal-hal berikut:

  • Kebutuhan Oksigen

Tubuh kita memerlukan oksigen untuk proses metabolisme dalam rangka penyediaan energi tubuh selama beraktivitas.

Semakin tinggi posisi suatu tempat, maka kadar oksigen yang terkandung dalam udara semakin tipis. Hal ini akan sangat mempengaruhi kemampuan kerja seseorang. Kadar oksigen yang semakin menipis dapat menyebabkan mounteneering sick atau penyakit ketinggian yang gejala-gejala antara lain:

  • Pusing atau sakit kepala
  • Pernafasan terganggu atau sesak
  • Badan lemas
  • Rasa mual
  • Muntah
  • Hilang nafsu makan
  • Mengantuk tapi susah untuk tidur

Gejala-gejala di atas dapat dirasakan mulai ketinggian 2133 mdpl serta 3018 mdpl. Sedang pada orang yang mempunyai ketahanan fisik kuat biasanyaa baru dirasakan pada ketinggiaan 4511 mdpl.

Tubuh kita sebenarnya mampu mengantisipasi keadaan tersebut akan tetapi dibutuhkan waktu tertentu untuk melakukan suatu proses penyesuaian dengan keadaan tempat atau biasa dikenal dengan istilah aklimatisasi.

  • Kebutuhan Cairan

Manusia tidak akan mampu bertahan hidup tanpa air selama 3 (tiga) hari pada suhu normal dan 8 (delapan) hari pada suhu 20-30 derajat celcius. Kebutuhan rata-rata orang akan cairan adalah sebagai berikut:

  • Suhu 10 derajat celcius dibutuhkan 1 liter air per 24 jam
  • Suhu 20 derajat celcius dibutuhkan 4 liter air per 24 jam
  • Suhu 30 derajat celcius dibutuhkan 5 liter air per 24 jam
  • Suhu 40 derajat celcius dibutuhkan 6 liter air per 24 jam

Kondisi fisik seorang pendaki gunung akan terganggu jika kekurangan cairan. Jika cairan yang masuk kedalam tubuh tidak sebanding dengan cairan yang dikeluarkan dalam arti terlalu sedikit cairan yang masuk, maka dapat mengalkibatkan dehidrasi. Jika keadaan tersebut tidak segera diatasi akan sangat membahayakan keselamatan jiwa seseorang.

Gejala-gejala dehidrasi antara lain:

  • Rasa haus yang teramat sangat
  • Badan terasa lemah
  • Denyut nadi lebih cepat
  • Keluar keringat dingin
  • Kaki dan tangan pucat
  • Kebutuhan Garam atau Elektrolit

Elektrolit yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita adalah garam dapur (NaCl). Kebutuhan garam seseorang berbeda-beda tergantung daerah. Hal ini berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan.

Kekuranagn garam dalam tubuh dapat mengakibatkan kram pada otot-otot tubuh. Oleh karena itu, terpenuhinya kebutuhan garam dalam tubuh kita dapat mendukung kelancaran aktivitas selama perjalanan.

  • Suhu Lingkungan

Suhu lingkungan yang berbeda dengan makhluk hidup sangat mempengaruhi pengaturan suhu tubuh mehkluk hidup tersebut sehingga mempengaruhi daya tahan tubuh. Terhadap suhu udara yang dingin terutama di pegunungan, maka tubuh kita akan lebih lama menyesuaikan diri dalam proses aklimatisasi. Keadaan yang parah dapat menyebabkan seseorang terkena HIPOTERMIA, yaitu suhu tubuh di bawah normal.

Hipotermia dapat terjadi karena faktor manusia (jenis kelamin, pelaratan tidak memadai, kondisi fisik, dll), dan faktor alam (suhu udara, angina, basah).

Gejala-gejala Hipotermia adalah:

  • Orang akan merasa dingin dan lemas
  • Tubuh terus menerus menggigil yang sebenarnya merupakan cara bagi tubuh untuk menghasilkan panas. Oleh karena itu diusahakan agar penderita Hipotermia jangan sampai tidur atau hilang kesadaran karena dapat menurunkan metabolisme tubuh.
  • Jika suhu tubuh terus menurun, penderita hipotermia akan mulai lemah terhadap respon lingkungan sekitar. Misalnya kacau dalam berbicara dan tidak respon apabila ditanya.
  • Jika telah berhenti menggigil bukan berarti penderita telah sembuh dari hipotermia. Hal ini terjadi karena suhu tubuhnya yang sudah sangat turun sehingga menyebabkan fungsi otak terganggu. Sering kali korban meninggal akibat hipotemia ditemukan dalam keadaan telanjang, karena sebelum meninggal korban merasa kepanasan karena terganggunya fungsi otak pada orang tersebut.

Penyelamatan pada penderita Hipotermia

Apabila kita menemui seorang korban Hipotermia, maka harus segera melakukan tindakan penyelamatan. Tindakan penyelamatan bagi korban Hipotermia dapat dilakukan sebagai berikut:

  • Bawa korban ke tempat yang terlindung dari tiupan angina dan hujan
  • Ganti pakaian korban dengan pakaian kering
  • Apabila korban sadar segera diberi air minum manis dan hangat serta makanan
  • Masukkan korban dalam kantong tidur yang telah terlebih dahulu dipakai oleh orang yang sehat
  • Apabila ternyata korban semakin parah, masukkan korban dalam kantong tidur tanpa mengenakan pakaian dengan dibarengi orang yang sehat yang juga dalam keadaan tidak berpakaian. Hal ini dilakukan agar transfer panas tubuh dapat dilakukan dengan cepat tanpa terhalang pakaian
  • Cara lain dapat dilakukan dengan metode Hot-pack, yaitu dengan mengompres dada dan perut korban dengan handuk yang dibasahi air panas. Akan tetapi berilah alas terlebih dahulu pada kulit korban untuk mengindari air panas mengenai kulit korban
  • Cara lain yang lebih sulit adalah merendan bagian tubuh korban ke dalam bak air bersuhu kurang lebih 40 derajat celcius dan mengganti air rendaman tersebut manakala suhu air berkurang. Hal ini dilakukan sampai korban benar-benar sembuh dan kemudian keringkan tubuh korban, beri pakaian, dan baringkan di tempat yang hangat.

 

  • Kebutuhan Makanan

Kebutuhan makanan adalah mutlak bagi setiap makhluk hidup. Karena dalam makanan terkandung zat-zat yang sangat diperlukan oleh tubuh untuk mempertahankan kesehatan dan pertumbuhan.

Zat-zat yang terkandung dalam makanan antara lain:

  • Karbohidrat
  • Lemak
  • Protein
  • Vitamin
  • Mineral

Perbandimgan makanan yang baik adalah 60% karbohidrat, 20 % protein, dan 20 % lemak.

Karbohidrat mempunyai peranan paling besar dalam pembentukan energi dalam tubuh kita sehingga sangat diperlukan sebagai sumber tenaga. Dalam keadaan normal, untuk beraktivitas kita membutuhkan energi kurang lebih 2000 kalori per hari. Bagi para pendaki gunung diperlukan energi 2500-5000 kalori per hari.

Selain sumber energi, makanan juga diperlukan untuk meningkatkan panas tubuh guna mengimbangi suhu udara yang rendah di gunung.

Nilai Kalori beberapa jenis makanan (setiap 100 gr makanan, satuan dalam kalori)

Sumber Karbohidrat

–       Havermouth                      390                                     –       Nasi                                     180

–       Tepung Terigu                  365                                     –       Singkong                            146

–       Jagung Giling                     361                                     –       Ubi                                      123

–       Bihun                                  360                                     –       Talas                                   98

–       Makaroni                           343                                     –       Mie Basah                          86

–       Roti Putih                           248                                     –       Kentang                             8

Buah Buahan

–       Durian                            134

–       Nangka Masak               106                                         –       Manggis                                 63

–       Pisang Ambon               99                                           –       Apel                                        58

–       Sawo                               92                                           –       Nenas                                     52

–       Alpukat                          85                                           –       Jambu Biji                              49

–       Salak                               77                                           –       Pepaya                                   46

–       Rambutan                      69                                           –       Jeruk Manis                           45

–       Sirsak                              65                                           –       Semangka                              28

–       Duku                               63                                           –       Mangga                                  2

 

IV. Packing

Packing adalah menyusun perlengkapan ke dalam Carrier. Kenyamanan dan efisiensi ransel menempel pada tubuh selain ditentukan secara langsung oleh desain ransel juga ditentukan oleh cara penyusunan barangnya. Yang menjadi dasar Packing adalah keseimbangan beban. Ini bergantung kepada cara kita menumpukan berat beban pada tubuh sedemikian rupa, sehingga kaki dapat berjalan secara efisien.

packing
Teknik packing dalam suatu carrier

Dalam batas batas tertentu, rangka yang dimiliki oleh ransel banyak memberikan kenyamanan. Rangka ini membuat posisi tubuh lebih nyaman saat menggendong beban. Namun bagaimanapun canggihnya desain Carrier yang kita miliki, akan sedikit artinya apabila kita tidak mampu menyusun barang dengan baik. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah :

  1. Tempatkanlah barang barang yang lebih berat setinggi dan sedekat mungkin ke badan. Barang barang yang relatif ringan (sleeping bag, pakaian tidur) ditempatkan di bagian bawah.
  2. Letakkan barang barang yang sewaktu waktu diperlukan (ponco, alat P3K, kamera,dll) pada bagian atas atau pada kantung kantung luar ransel.
  3. Kelompokkan barang barang dan masukkan ke dalam kantung kantung plastik yang tidak tembus air, terutama pakaian tidur atau pakaian cadangan, kertas kertas, buku, dll.
  4. Masukan benda benda yang mudah pecah ke dalam wadah yang kuat dan diisi juga dengan benda benda yang dapat menahan goncangan, seperti kertas, kain, busa, dll.
  5. Matras tidur yang dimasukkan kedalam ransel dapat membantu mempertahankan bentuk Carrier dan mempermudah penyusunan barang ke dalam Carrier, sehingga menjadi padat, rapi dan efisien.
  6. Bila perlu bawalah tas tambahan yang lebih memudahkan kita untuk menjangkau barang barang yang diperlukan, seperti tas pinggang, tas sandang, dll

Semua persiapan yang telah dibahas diatas adalah usaha untuk mencegah kemungkinan buruk yang terjadi. Usaha lain untuk menghindarkan hal hal yang tidak diinginkan adalah memberitahukan secara rinci kepada orang lain yang tidak ikut serta didalam perjalanan kita, misalnya kepada teman atau perkumpulan pencinta alam. Kalau ada perubahan keadaan alam di tengah jalan, usahakanlah untuk menyampaikannya dengan segala cara, misalnya dengan menuliskan pada secarik kertas yang dimasukkan ke dalam plastik, lalu ditempelkan pada pohon di jalan setapak. Kalau kita bertemu dengan pendaki lain, sampaikanlah perubahan itu kepada mereka. Sebelum anda memulai pendakian, usahakanlah untuk melaporkan perjalanan anda tersebut kepada masyarakat setempat. Ini bukan saja untuk menyangkut sopan santun tetapi juga untuk keselamatan selama pendakian.

Dari semua persiapan yang dilakukan, ada satu hal yang paling penting untuk diketahui yaitu pengetahuan mengenai diri kita sendiri. Apakah kita yakin bahwa fisik kita dalam keadaan baik dan mampu untuk melakukan perjalanan? jawaban dari pertanyaan itu hanya akan bisa dijawab oleh kejujuran hati kita sendiri, karena alam tidak akan pernah kompromi dengan keadaan kita, kitalah yang harus mampu mengantisipasi keganasannya.

Iklan

Satu respons untuk “MANAJEMEN PERJALANAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s