PENDAKIAN MASSAL GUNUNG LAWU

PENDAKIAN MASSAL GUNUNG LAWU

PETUALANGAN BARU MENUJU PUNCAK LAWU

 

Pada tanggal 14 September 2016, GOVA mengadakan event pendakian massal ke Gunung Lawu via Cemara Sewu, seperti yang pernah kami adakan pada tahun-tahun sebelumnya.  Acara tersebut kami adakan terkhusus untuk mahasiswa Fakultas Hukum UNS. Setelah membuka open trip menuju Gunung 3265 mdpl tersebut, akhirnya hingga penutupan pendaftaran kami mendapatkan 8 orang bersemangat menapaki Lawu. Setelah hampir beberapa minggu mengadakan berbagai persiapan, mulai dari fisik, perizinan, administrasi, logistik, dan konsumsi, akhirnya pada tanggal 14 September 2016 pukul 10:00 WIB kami ber-14 panitia bersama 8 peserta berangkat dari sekre GOVA. Setelah 2 jam perjalanan, kami pun tiba di Basecamp Cemara Sewu. Sebelum berangkat, nasi bungkus yang kami bawa dari sekre kami makan bersama di sana. Sembari menunggu beberapa yang sedang melakukan ishoma, beberapa dari kami bersantai sejenak sebelum melakukan perjalanan panjang. Setelah semua carrier terpasang di punggung kami, akhirnya pukul 14:00 WIB kami mulai menjejakkan kaki menapaki bebatuan Lawu.

DCIM110MEDIA
Makan siang di basecamp Cemara Sewu

Perjalanan dari basecamp menuju pos I kami lalui tanpa kesulitan, walaupun ada beberapa peserta yang nafasnya terengah-engah karena belum terbiasa melakukan pendakian. 1,5 jam kami lewati untuk menuju pos I. Setelah melakukan istirahat sejenak, kami melanjutkan kembali perjalanan menuju pos II. Nafas kami yang semula tenang kian memburu disini. Berat beban carrier kami pun serasa meningkat seiring langkah kaki kami meloncati bebatuan itu. Perjalanan menuju pos II ditempuh sekitar 2 jam. Setelah sampai di pos II, snack yang ada di carrier kami makan, untuk melepaskan rasa lapar yang mulai menganggu. Tak lupa kami keluarkan senter kami karena hari kian gelap. Kami pun lanjutkan kembali perjalanan. Hanya butuh waktu tempuh sekitar 1 jam menuju pos III. Kelihatannya tubuh yang belum berapa lama lalu kelelahan sudah mulai terpulihkan. Tak banyak waktu istirahat kami gunakan sesampai kami di pos III, dan kami pun memilih langsung berjalan.

Namun, perjalanan menuju pos IV tak semudah yang kami bayangkan. Mungkin karena kala itu hari sudah gelap, sehingga pandangan kami mulai terbatas pada cahaya senter yang kami bawa. Kadar oksigen pun mulai menipis, sehingga ada beberapa peserta yang agaknya merasa pusing. Walaupun terasa berat, kami tetap bertekad untuk mendirikan camp di Sendang Drajat, yaitu setelah pos V. Perjalanan menuju pos IV kami tempuh sekitar 2 jam. Setelah bersusah payah sampai di pos IV, kami tak lagi beristirahat, karena pos V hanya berada tak jauh dari pos IV. Akhirnya kami langsung melangkah kembali, sambil sesekali menghela nafas panjang untuk menyiapkan langkan yang lebih panjang. Dari kejauhan, kami melihat akhir dari tebing-tebing batuan Karst yang dari tadi menutupi pandangan kami. Kami pun bergegas karena pos V ada di balik tebing-tebing tinggi nan curam itu. Hanya butuh waktu 30 menit untuk sampai di pos V. Setelah sampai di pos V dengan berderet-deret warungnya, kami beristirahat sebentar. Karena tempat camp sudah di depan mata, kami harus memaksakan diri berjalan dalam udara dingin.

DCIM110MEDIA
Perjalananan menuju pos III yang mulai menapak tinggi

Akhirnya, 30 menit perjalanan dalam hawa beku itu, kami pun tertawa melihat 2 orang rombongan GOVA sebagai tim advent (kelompok yang berangkat mendahului rombongan) telah membuatkan dome beserta minuman hangat. Alangkah bahagianya, 7,5 jam perjalanan yang cukup sulit dapat dilupakan sejenak dengan beristirahat dalam dome, ditemani mie instan dan kopi panas yang seakan meregangkan otot-otot kami yang kaku. Kami pun terlelap dalam hangatnya sleeping bag yang sudah kami persiapkan dari sekre.

DCIM110MEDIA
Sunrise di camp Sendang Drajat

Minggu, 15 September 2016, kami bangun pukul 05:00 WIB. Terangnya sinar mentari belum juga menghangatkan badan kami ini. Daripada berdiam diri dan terus merasa beku, kami akhirnya memulai perjalanan menuju puncak 3625 mdpl, yaitu puncak Hargo Dumilah. Sang bunga abadi, Edelweis, menghiasi jalanan tanah kering sepanjang dataran menuju puncak. Setelah melewati punggungan yang cukup tinggi, tanah sakral Hargo Dumilah pun akhirnya berhasil kami tapaki. Lautan langit terhampar begitu megahnya di puncak itu. Dari kejauhan, si gunung kembar Merapi dan Merbabu menjulang dengan hebatnya. Setelah puas berfoto ria di puncak ini, kami pun turun menuju tempat camp untuk sarapan dan packing. Setelah perut terisi, semua barang kami kemas kembali, dan pada pukul 09:00 WIB kami semua turun melewati jalur Cemara Sewu. Perjalanan turun ini terasa lebih ringan daripada perjalanan kami semalam. Tak butuh waktu lama untuk mencapai basecamp dari Sendang Drajat, hanya sekitar 4 sampai 5 jam. Pada pukul 02:30 WIB, kami semua tiba di basecamp dengan selamat tanpa halangan yang berarti. Kami semua memanjatkan syukur pada-Nya dalam hati, karena kami semua dapat mencapai tujuan kami mendaki, yaitu untuk pulang kembali.

Oleh: Aditya Putra, NRA. GV-271/XXX

DCIM110MEDIA
Selfie di atas puncak Hargo Dumiling
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s