HUT XXXV: UPACARA

NYANYIAN DI TANAH KELAHIRAN SANG GEMBALA RIMBA

 

Dalam rangka memperingati lustrum ke-7 Gopala Valentara pada tanggal 4 Mei 2016 lalu, 22 orang perwakilan dari anggota GOVA berangkat menuju Gunung Lawu untuk melakasanakan upacara di Puncak Hargo Dumilah. Tujuan dilaksanakan upacara di puncak tersebut adalah karena Gopala Valentara yang berarti “Gembala Rimba” menurut Bahasa Sansekerta, resmi didirikan di Puncak Hargo Dumilah oleh para pendahulu tepat 35 tahun yang lalu.

img_2265
Upacara keberangkatan di depan gedung I FH UNS

Keberangkatan kami dimulai tanggal 3 Mei 2016 via Cemoro Sewu pada pukul 14:00 WIB. Kami melewati jalan setapak berbatu dengan tanjakan yang lumayan tinggi. Sepanjang jalan kami disuguhi oleh pemandangan yang menawan, yang mampu menawarkan letih kami. Setelah berjalan melewati 4 pos, akhirnya pukul 22:00 WIB kami sampai di pos 5. Disana kami disambut hangat oleh tim Advent, yaitu tim GOVA yang berangkat lebih dulu untuk mem-booking tempat camp. Kami pun beristirahat di depan warung tertinggi se-Jawa, yaitu warung Mbok Yem dengan ketinggian kurang lebih 3.100 mdpl, untuk melakukan persiapan upacara besok pagi.

hut-35-upacara-1
Bersantai sejenak menikmati sore hari

Esoknya, kami semua bangun lebih dulu daripada sang mentari untuk mempersiapkan upacara. Setelah sarapan dan packing, pada pukul 09:00 kami berjalan menuju puncak. Setelah sampai, kami pun bersiap untuk melaksanakan upacara sakral, seperti yang dilaksanakan oleh pendahulu kami 35 tahun lalu. Upacara dimulai, tepat diatas ketinggian 3.265 mdpl kami memperingati lahirnya sang Gembala Rimba. Dimulai dengan nyanyian himne Gopala Valentara. Lalu dilanjutkan dengan sambutan ketua umum periode 2016-2017 yaitu Bayu Haritia, yang berisi ucapan selamat ulang tahun kepada Gopala Valentara dan harapan kami ke depan. Lalu berlanjut dengan sambutan dari wakil Anggota Luar Biasa yang meluangkan waktunya untuk hadir, yaitu John Darwin Jojo Sitanggang, yang berpesan agar kami semua sebagai anggota Gopala Valentara selalu menjaga dan mengembangkan GOVA, untuk kejayaan GOVA-ku, GOVA-mu, dan GOVA kita. Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan ditutup dengan do’a.

img_0202
Briefing di Sendang Drajat, bersiap untuk melakukan upacara sakral
img_0210
Berjalan melewati punggungan menuju Hargo Dumilah

Setelah upacara selesai kami berdiri melingkar dan berpegang tangan di Tugu Hargo Dumilah, dengan sekali lagi menyanyikan himne Gopala Valentara secara khidmat. Dengan berlinang air mata kami larut dalam suasana itu. Bukan tanpa arti, melainkan karena ada sebait doa yang kami ucapkan dalam hati, berharap agar Gopala Valentara beserta rasa persaudaraannya akan selalu ada, walau generasi telah berganti.

img_2342
Himne GOVA yang terlantun dalam heningnya pagi itu

Setelah selesai melakukan upacara lustrum ke-7 di Puncak Lawu, kami pun melangkah pulang melewati jalur Cemara Kandang. Perjalanan berakhir seiring langkah kaki kami menuruni Gunung Lawu. Namun, semangat sang gembala rimba tak akan pernah kami akhiri, dan ‘kan selalu tertanam dalam hati.

SELAMAT ULANG TAHUN GOPALA VALENTARA, JAYALAH SELALU TANPA KENAL WAKTU.

Oleh: Fairuz Rahma W, NRA. GV-282/XXXII

hut-35-upacara-5
Puncak acara, berkibarnya bendera Gopala Valentara di tempat lahirnya
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s