GOPALA VALENTARA

PENDIDIKAN KONSERVASI ALAM NASIONAL KE XII LOMBOK

KILAS BALIK CATATAN GOVA 1986

Gopala Valentara merupakan salah satu Organisasi Pencinta Alam (OPA) di Indonesia. Sebagai Organisasi Pencinta Alam kita kerap mendapat undangan kegiatan baik tingkat regional maupun nasional, baik oleh OPA lain maupun pemerintahan. Kali ini Gopala Valentara mendapat undangan Pendidikan Konservasi Alam tingkat Nasional ke XII oleh Menteri Lingkungan Hidup. Saat itu (1986) Menteri Lingkungan Hidup yang menjabat adalah Emil Salim.

Gopala Valentara mengirim 2 (dua) orang delegasi untuk mengikuti pendidikan tersebut yaitu Mas Sofiyan dan mas Bambang Rukmono. Pendidikan Konservasi Alam XII ini diadakan di Lombok pada tanggal 6 September 1986. Acara ini berlangsung selama 4 hari. Rangkaian acaranya terdiri dari pendidikan semacam seminar dan praktek langsung di alam. Acara ini tidak hanya bersifat partisipatif tapi juga ada penghargaan tertentu yang terdiri dari 6 kategori. Tim Gopala Valentara berhasil mendapat satu penghargaan. Penghargaan itu berwujud tulisan yang ditulis diatas kulit kambing, hal ini sedikit unik, berbeda dari biasanya yang hanya berbentuk piagam kertas.

Setelah Pendidikan Konservasi Alam, Tim Gopala Valentara melanjutkan perjalanan yaitu pendakian Gunung Rinjani. Pendakian ini tidak diikuti oleh seluruh peserta Pendidikan Konservasi Alam hanya beberapa saja. Tim Gopala Valentara naik bersama 2 (dua) orang mahasiswa Fakultas Ekonomi UNS. Kondisi cuaca saat itu sedang tidak bersahabat, badai terus-menerus datang sejak hari pertama memulai pendakian. Banyak dari mereka yang akhirnya memutuskan untuk turun, namun dengan tekad yang kuat Mas Sofiyan, Bambang Rukmono dan 2 rekan dari FE UNS tetap melanjutkan perjalanan hingga mencapai puncak.

Dibalik pendakian Rinjani ini ada cerita menarik, diceritakan saat turun gunung mereka menemukan mayat seorang petapa. Dengan bekal ilmu kepencintaalaaman mereka berusaha mengevakuasi mayat tersebut turun. Mereka mencari ranting dengan diameter cukup dan memotongnya menjadi 2 bagian, setelah itu menggunakan sarung mereka dan dirangkai hingga menjadi drag bar buatan yang siap digunakan untuk mengangkut mayat tersebut turun. Perjalanan untuk mengevakuasi mayat tersebut sedikit sulit karena badai yang terus menerus datang. Namun beruntung karena cuaca yang ekstrim atau dingin membuat mayat tersebut tetap utuh bahkan sampai dibawah atau basecamp. Itulah beberapa cerita menarik kilas balik dari Pendidikan Konservasi Alam ke XII Gopala Valentara di Lombok Tahun 1986.

Oleh: Sofiyan (Anggota Luar Biasa Gopala Valentara Angkatan 1983)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s