PENGEMBARAAN CAVING

PENGEMBARAAN CAVING

CAHAYA SURGA DALAM PERUT BUMI

Ada yang tahu Gua Jomblang dan Grubug? Nah kali ini saya akan berbagi pengalaman Anggota Muda Gopala Valentara Diklatsar XXXI di Gua Jomblang – Grubug.  AMGV tidak cuma sekedar main aja lho, disini mereka melaksanakan kegiatan Pengembaraan Caving. Kegiatan Pengembaraan Caving AMGV ini kami laksanakan pada hari Jumat s/d Minggu 26 s/d 28 Juni 2015 dan diikuti oleh Anditya Gilang, Dewangga Bangun, Endah Fitriana, Ferry Zulaiha, Faradian Ilham, dan Indah Safitri sebagai peserta. Selain itu juga  Bagas Pandu, Bayu Haritia, M Amin Elfajri, Nindya Dewanti, Rizqi Nurul sebagai pendamping.

Goa Jomblang – Grubug ini terletak di dukuh Jetis Wetan, desa Pacarejo, kecamatan Semanu, kabupaten Gunungkidul.Kedua gua ini merupakan perpaduan jenis gua vertikal dan horisontal. Letaknya di tengah areal seperti ladang kering berabatu. Terbentuk karena akibat amblesnya tanah termasuk vegetasi diatasnya. Sehingga di dasar luweng (istilah dalam Bahasa Jawa) Jomblang ini terdapat tumbuhan, mirip seperti hutan kecil.

Jpeg
Refresh materi di basecamp

Sebelum melaksanakan kegiatan Pengembaraan, berbagai latihan telah dilakukan. Latihan untuk AMGV sendiri terdiri dari latihan fisik, pemberian materi dan praktek lapangan. Awalnya kami melakukan persiapan materi seperti materi tentang Caving, Maping, Managemen Perjalanan, SRT, Rigging, Ornamen Gua, Lintasan, Peralatan dan perlengkapan Caving, baru setelah pemantapan materi kita melakukan praktik lapangan, disamping itu juga diikuti latihan fisik. Peralatan dan perlengkapan yang akan kami butuhkan nantinya juga telah dipersipkan seperti karmantle, webing, matras, tenda dump, tali rafia, banner, spanduk, set SRT, cover all, headlamp, sepatu boot, logistik makanan, kotak survival, dll.

Kami berangkat dari sekretariat Gopala Valentara FH UNS pukul 12.30 WIB. Sebelum berangkat kami melakukan briefing untuk pemberian koordinasi dari Ketua Perjalanan. Kemudian kami berdoa agar nantinya perjalanan yang kita lakukan ini senantiasa dalam perlindungan Allah SWT.Akhirnya kita meninggalkan sekre Gova tercinta ini dengan yel-yel sukses Pengembaraan Caving Gopala Valentara untuk sekarang dan selamanya, Hello Gank!!! GOVA!!!

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih selama dua jam, akhirnya kami tiba di dukuh Jetis Wetan, Pacarejo, Semanu, Gunung Kidul. Sebagai basecamp kami diberada dirumah kepala dusun. Sesampainya di basecamp kita gak Cuma duduk-duduk aja ya, sebagian dari kami melakukan survei lokasi gua dan sebagian lagi masak untuk berbuka puasa. Eh sampai lupa, Pengembaraan Caving ini kami lakukan bertepatan dengan bulan dimana umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa. Setelah sholat dan makan kami melakukan refresh materi. Refresh materi selesai kami melakukan briefing untuk kegiatan dihari Sabtu, siapa nantinya yang akan Rigging, siapa yang akan turun dan naik duluan, hingga hal terkecil pun kami perhitungkan disini. Selesai briefing kami istirahat untuk mempersiapkan tenaga dan pikiran kami besok pagi.

Jpeg
Pemasangan set Single Rope Technique untuk menuruni gua vertikal

Paginya setelah sahur dan sholat subuh kami melakukan persiapan sebelum menuju Gua Jomblang tempat dimana kami akan melakukan eksplore. Setelah packing peralatan dan perlengkapan akhirnya kami berdoa dan berangkat menuju lokasi eksplore gua. Sesampainya dilokasi, kami melakukan pemanasan dilanjutkan dengan rigging lintasan. Jalur yang nantinya akan kami lewati adalah jalur terpendek atau jalur VIP. 15 meter jalur ini masih bisa ditapaki oleh kaki. Setelah itu kami lanjutkan dengan menuruni tali sepanjang kurang lebih 20 meter. Sehingga untuk memasuki Gua Jomblang diperlukan nyali serta kemampuan Teknik Tali Tunggal atau Single Rope Technique (SRT).

Satu-persatu kami menuruni luweng Jomblang ini. Setibanya di dasar gua, mata kami langsung dimanjakan dengan pemandangan indah. Kalau diatas kita hanya melihat hamparan jati yang meranggas, maka disini yang kami temui adalah hijaunya hutan yang subur. Hutan di Gua Jomblang ini, konon merupakan hutan purba, sehingga tanaman yang ada adalah tumbuhan endemik yang tidak kita temui didaratan atas.

Jpeg

Jpeg

Jpeg
Cahaya surga di gua Jomblang

Penelusuran kami dilanjutkan di Gua Grubuk, alangkah indahnya entrance (mulut gua) ini, yang lebar dan tinggi. Gua Jomblang dan Grubuk ini dihubungkan lorong sejauh 300 meter. Lorong ini dihiasi dengan ornamen- ornamen cantik seperti kristal, stalaktit dan stalakmit. Kita berjalan menelurusi gua sambil melakukan mapinggua. Tak berapa lama kami berjalan, terdengar suara gemericik air dan terlihat cahaya terang yang semakin membuat kami penasaran. Setelah selesai melakukan seluruh eksplorasi ke Gua Jomblang dan Grubug, akhirnya pada 28 Juni kami semua pulang dengan dan tiba di sekre dengan selamat.

Sungguh mata kami tidak bisa berkedip, mulut kami tak berhenti berucap kagum dengan mahakarya Sang Pencipta ini. Sungai didalam tanah yang mengalir deras dengan sinar matahari yang menerobos masuk menyinari flowstone, sangat mempercantik pemandangan. Akhirnya kami bisa menyaksikan indahnya Gua Grubug yang terkenal dengan istilah Cahaya Surga.

Oleh: Anditya Gilang, NRA. GV-273/XXXI

Jpeg
Pengibaran bendera merah putih dan bendera GOVA di mulut gua Grubug
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s