RENCANA PEMBANGUNAN PLTP LAWU

RENCANA PEMBANGUNAN PLTP LAWU

NESTAPA DARI SANG LAWU

Gunung Lawu yang memiliki ketinggian 3.265 mdpl ini terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gunung Lawu terletak di antara dua kabupaten, yaitu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Gunung Lawu yang memiliki status “istirahat” ini memiliki tiga puncak, yaitu: Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah, yang mana Puncak Hargo Dumilah merupakan puncak tertinggi. Gunung Lawu sudah lama memiliki status “istirahat” yang diperkirakan terahkir meletus pada 28 November 1885, dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan belerang (solfatara)

Perlu kita ketahui banyak sekali potensi alam di daerah konservasi Gunung Lawu yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Tak heran jika Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana melakukan survei panas bumi di Gunung Lawu dalam waktu dekat ini. Hal tersebut untuk menentukan titik mana saja yang potensial untuk dieksplorasi dan kemudian digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

pltp-lawu-1
Pipa penyalur tenaga panas bumi menuju ke generator

PLTP merupakan sumber energi alternatif yang terus dikembangkan karena dapat terus diperbarui. Tenaga panas bumi ini khususnya dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Cara kerja pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) pun seringkali diperbincangkan. Banyak orang yang ingin mengetahui bagaimana cara kerjanya, mungkin karena ingin tahu apakah cara ini cukup efektif atau tidak.

Prinsip kerja dari PLTP ini hampir sama seperti cara kerja pembangkit listrik tenaga uap(PLTU), yaitu mengandalkan tekanan dari uap, menggunakan air yang dipanaskan agar menjadi uap. Hanya saja dalam menghasilkan uap digunakan bahan bakar yang berbeda, jika pada PLTU dibantu oleh bahan bakar seperti gas, minyak, batu bara, dimana bahan bakar tersebut adalah bahan bakar yang tidak dapat diperbarui, PLTP tidak memerlukan terlalu banyak bahan bakar.

Bahan bakar minyak akhir-akhir ini memang mengalami naik turun harga sehingga menyebabkan kekisruhan. Tak heran jika BBM serta sumber energi lain yang berasal dari fosil di dalam bumi terus mengalami kenaikan harga, pasalnya sumber energi bumi memang tak dapat diperbarui dan lama kelamaan akan habis. Untuk itulah diperlukan sumber energi lain yang bisa diperbaharui untuk pembangkit listrik, yaitu dengan energi panas bumi ini.

Namun, tentunya pembangunan PLTP ini memiliki kelebihan dan kekurangan, yaitu:

Kelebihan:

  1. Bebas emisi
  2. Dapat bekerja setiap hari baik siang dan malam
  3. Sumber tidak fluktuatif dibanding dengan energi terbarukan lainnya
  4. Tidak memerlukan bahan bakar
  5. Harga yang kompetitive

Kekurangan :

  1. Cairan bersifat Korosif
  2. Effisiensi rendah
  3. Untuk teknologi Dry Steam dan Flash masih menghasilkan emisi gas buang
  4. Keseimbangan ekosistem yang terancam

Atas pertimbangan tersebut, Juliyatmoko selaku bupati Kabupaten Karanganyar benar-benar memikirkannya. Disisi lain ia menginginkan semakin majunya wilayah Lawu namun disisi lainnya ia takut bila ekosistem lingkungan menjadi terganggu. Selain itu, dikatakan pula keseimbangan alam yang berlangsung secara baik juga bakal rusak akibat adanya proses eksplorasi yang dilakukan di gunung ini. Karena menurut Juliyatmoko Gunung lawu berfungsi sebagai paku yang menjaga keseimbangan alam dan diharapkan jangan sampai paku tersebut mengalami kerusakan hanya untuk kepentingan tertentu. Ia pun masih menimbang rencana Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut dan belum mengambil keputusan. Ia ingin mempelajari terlebih dahulu metode yang digunakan untuk pengambilan sampel panas bumi itu, apakah ramah lingkungan atau tidak. Jika metode yang digunakan tidak ramah lingkungan, Juliyatmono meminta hal itu tidak dilakukan. Bahkan lebih jauh, pihaknya juga meminta kepada Kementerian ESDM untuk mengurungkan niatnya mengeksplorasi Gunung

pltp-lawu-3
Lahan luas diperlukan untuk mendirikan suatu PLTP

Akhir-akhir ini banyak bencana alam yang terjadi di kawasan Gunung Lawu akibat tangan usil manusia, kerusakan tersebut semakin membuat Bupati Karanganyar khawatir. Jika kerusakan tidak segera dikembalikan dan ditambah adanya ekplorasi, maka dikhawatirkan nantinya gunung ini akan semakin membahayakan masyarakat sekitarnya. “Fungsinya Lawu untuk penghijauan dan sumber air, bukan untuk kepentingan lain apalagi kok untuk dieksplorasi untuk diambil energinya. Kalau untuk penghijauan saya setuju,” sambungnya. Atas kekhawatiran dari pihak Bupati Karanganyar proyek ini belum berjalan. Sehingga pihak ESDM hanya menunggu perizinan dari bapak Juliyatmoko selaku Bupati Karanganyar.

Ekosistem haruslah bersifat seimbang, demi tercapainya keselarasan hidup bagi manusia, hewan, dan lingkungan disekitarnya. Interaksi antar komponen-komponen penyusun ekosistem juga harus bersifat harmonis. Apabila keadaan ekosistem tidak seimbang, maka banyak dampak negatif yang akan timbul, seperti:

1) Terjadi bencana alam seperti banjir, longsor, atau kebakaran hutan;

2) Punahnya binatang tertentu, dikarenakan rusaknya habitat dan tempat mengambil makanan hewan-hewan penghuni Lawu; dan

3) Munculnya suatu anomali atau keanehan di suatu ekosistem. Itulah sedikit pemaparan atas akibat yang tejadi bila ekosistem tidak seimbang.

Maka dari itu perlu adanya kehati-hatian kita dalam bertindak apalagi jika berhubungan dengan “nyawa” lingkungan sekitar kita. Karena jika kita merusak alam kita, maka suatu saat alam-lah yang akan membalas perbuatan kita sendiri.

Oleh: Khusnul Ma’rifah, NRA. GV-283/XXXII

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s