VERTICAL RESCUE

VERTICAL RESCUE

VERTICAL RESCUE, PENYELAMATAN MELAWAN GRAVITASI

Penyelamatan Vertikal atau yang lebih dikenal dengan Vertical Rescue adalah teknik evakuasi (memindahkan ke lokasi yang lebih aman) obyek (baik barang maupun manusia/korban) dari titik rendah ke titik yang lebih tinggi ataupun sebaliknya, pada medan yang curam/vertikal baik kering maupun basah. Ternyata terdapat pula sekolah yang khusus untuk mempelajari Vertical Rescue ini. Pada Tahun 2000, Panjat Tebing resmi menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional ke XV, di Surabaya sebagai cabang olahraga mandiri. Pada tahun yang sama, Sekolah Vertical Rescue angkatan pertama diselengggarakan oleh Perguruan Panjat Tebing SKYGERS Indonesia dengan jenazah Roni Aral yang berhasil dievakuasi oleh tim Vertical Rescue SKYGERS dari kedalaman 600m di Gunung Cikuray, Jawa Barat.

Berikut ini peralatan individu yang diperlukan seseorang dalam melakukan Vertical Rescue :

  1. Helm
  2. Safety Glasses
  3. Gloves
  4. Sepatu
  5. Pakaian
  6. Harness
  7. Peluit
  8. Rescue Rope
  9. Self rescue equipment ascending dan descending
  10. Kotak Pertolongan Pertama (P3K)

Selain peralatan individu, terdapat pula jenis peralatan yang digunakan saat proses evakuasi / Vertical Rescue. Alat – alat tersebut adalah :

  1. Harness
    Harness berfungsi sebagai dudukan/tambatan tubuh, atau alat yang digunakan sebagai pendukung keselamatan saat bekerja/beraktifitas di ketinggian.
  1. Carabiner
    Carabiner
    / cincin kait adalah metal pengunci yang berfungsi sebagai penghubung antar peralatan. Bentuknya oval, delta, atau modified delta, mempunyai per pembuka yang terpasang pada bagian memanjang. Yang direkomendasikan untuk Vertical Rescue adalah Carabiner Screw G
  1. Mallion Rapide

Mallions disebut juga Quicklinks atau Screwlinks. Ukuran dan bentuk ada beberapa macam (oval, delta, dan halfmoon), rate strange mencapai 6000 kg. Mallions diproduksi dari bahan steel dan alloy khusus, cocok untuk berbagai teknik. Delta Mallion menguntungkan digunakan beban dari tiga arah, seperti sebagai gantungan tandu.

  1. Ascender.
    Ascender adalah alat bantu yang digunakan untuk meniti medan vertikal/kemiringan dan tali digunakan sebagai jalur.Sistem kerja alat ini mencengkram pada tali saat terbebani, sehingga dapat menahan beban, dan bergerak saat didorong keatas tanpa terbebani. Kekuatannya terletak pada gerigi yang menahan cengkraman saat kontak dengan tali.
  1. Pulley.
    Pulley biasa juga di sebut katrol. Alat ini di design untuk menggurangi friksi tali atau pengganti arah kerja tali. Beberapa jenis Pulley dibuat khusus untuk pekerjaan di bidang vertikal/ketinggian.
  1. Peralatan Tambahan

Peralatan tambahan merupakan peralatan yang digunakan untuk membantu/memudahkan kegiatan Rigging (Lintasan Untuk Vertical Rescue):

a. Rigger plate berfungsi sebagai plat konektor/penghubung dari Anchor Point ke lintasan, karena dalam beberapa kasus dibutuhkan beberapa lintasan dalam satu (1) Anchor Point Fix.

b. Swivel
Swivel merupakan peralatan tambahan yang berfungsi unuk mencegah terjadinya puntiran pada tali.

  1. Stretcher

Tandu yang digunakan dalam Vertical Rescue

  1. Rope Protector.

Kegunaannya memberi perlindungan pada tali dari gesekan benda tajam, seperti gesekan tali dengan sudut tebing, dinding, dll. Beberapa jenis rope protector dibuat untuk penggunaan pada lingkungan/kondisi yang berbeda.

Ada 3 teknik Evakuasi yang dilakukan dalam Vertical Rescue yaitu :

  1. Hauling

Hauling adalah teknik Vertical Rescue Evacuation yang dilakukan dengan cara memindahkan obyek atau korban dari posisinya ke titik atau tempat yang lebih tinggi. Proses pemindahan ini dilakukan dengan menggunakan System (dikenal dengan nama HAULING SYSTEM) sebagai upaya untuk mengurangi berat obyek/korban saat dilakukan penarikkan ke atas. Obyek/korban dapat dinaikkan dengan atau tanpa menggunakan Stretcher (tandu).

  1. Lowering

Lowering adalah kebalikan dari Hauling. Teknik ini dilakukan dengan cara menurunkan obyek/korban ke titik/tempat yang lebih rendah di bawahnya. sama seperti Hauling, dalam teknik Lowering Obyek/korban dapat diturunkan dengan atau tanpa menggunakan Stretcher (tandu).

  1. Suspension

Suspension adalah teknik pemindahan obyek/korban dengan cara diseberangkan baik ke titik/tempat yang lebih tinggi, sejajar, maupun lebih rendah dari posisi obyek/korban berada. Teknik ini merupakan alternatif terakhir mengingat penggunaan teknik ini akan memakan waktu cukup lama dan peralatan yang digunakan juga relatif lebih kompleks.

Inilah kenapa Operasi Vertical Rescue penting untuk dipelajari karena pada umumnya hal ini di lakukan pada saat korban (Survivor) berada di bawah tebing atau berada di lereng yang curam, pada semua operasi SAR di mana pun pasti akan mencakup masalah evakuasi korban. Ilmu Rescue dewasa ini berkembang makin spesifik sesuai dengan bentuk kegiatanya, namun SAR tidak hanya masalah tracking  ke basecamp, namun masalah keadaan alam di Indonesia yang  biasanya menghadapi jurang dan sungai.

verticalrescue-3
Pengaplikasian vertical rescue di tebing curam
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s