SUSUR SUNGAI BERSAMA ALUMNI SMAN 4 SURAKARTA

SUSUR SUNGAI BERSAMA ALUMNI SMAN 4 SURAKARTA

PEMETAAN POTENSI WISATA DAN EKONOMI DAERAH BANTARAN SUNGAI

Divisi air Gopala Valentara, adalah divisi yang bergerak di bidang olahraga air seperti berenang, ORAD (Olah Raga ArusDeras), hingga susurpantai. Dalam kesempatan kali ini kami sebagai perwakilan dari Gopala Valentara (Readytya Aji, GV-272/XXX dan Aditya Putra, GV-271/XXX) mendapatkan undangan dari keluarga ikatan alumni SMAN 4 Surakarta untuk ikut serta meng-guide sebuah penelitian yang dilakukan di sungai Bengawan Solo dengan mengusung tema penelitian “pemeataan potensi wisata dan ekonomi sungai bengawan solo”. Pengarungan dilakukan pada tanggal 16 April 2016.

img-20160411-wa0011
Refresh materi olahraga arus deras di CFD Slamet Riyadi

Meski waktu baru menunjukkan kurang dari pukul 10.00 WIB, terik matahari sekitar Dam Colo, Sukoharjo sudah cukup menyengat. Diawali dengan pemanasan ringan lima orang alumni SMAN 4 Surakarta, ditambah seorang pengendali perahu (skipper) dari Gopala Valentara UNS siap menyusuri Bengawan Solo. Berbekal pengetahuan singkat mengenai cara mendayung yang diberikan panitia sepekan sebelumnya, peserta menyusuri sungai terpanjang di Pulau Jawa ini. Akhir pekan kemarin aliran Bengawan Solo terbilang sangat tenang. Bahkan kami perlu kerja keras mendayung, “memaksa” perahu karet maju.

dscf4720
Pemanasan sebelum melakukan pengarungan

Bagi saya yang tidak terbiasa, kegiatan mendayung di tengah terik matahari memang cukup melelahkan. Namun pemandangan hijau ditambah langit biru cerah yang mengiringi sepanjang perjalanan memberikan sensasi kepuasan tersendiri. Di sepanjang perjalanan etape pertama sejauh kurang lebih 10 kilometer dari Dam Colo di wilayah Kecamatan Nguter hingga Jembatan Ban Mati wilayah Kecamatan Tawangsari, kami bertemu dengan pemancing di beberapa titik lengkap dengan bangunan bambu sederhana sedikit menjorok ke sungai yang menjadi tempat nyaman untuk memancing.

img_0053
Titik keberangkatan kami, yaitu Dam Colo, Sukoharjo

Daryono, salah satu pemancing yang kami temui di wilayah Nguter mengatakan kegiatan memancing terbilang banyak dilakukan warga di sepanjang aliran Bengawan Solo. “Biasanya paling banyak ketika malamhari,” ujar dia sembari menyebutkan beberapa jenis ikan yang biasa ditemui seperti jambal, tageh, bader dan wader.

Memasuki etape kedua, start dari Jembatan Ban Mati tiga peserta diganti. Tim kedua berangkat sekitarpukul 14.00 WIB setelah setengah jam beristirahat. Meski rencananya kami akan menempuh 34 kilometer menyusuri Bengawan Solo mulai dari Dam Colo hingga Urban Forest Pucangsawit Solo, tetapi rencana itu urung lantaran hari sudah mulai gelap. Alhasil, dengan didampingi Tim Bakorlak SAR UNS, perjalanan susur Sungai Bengawan Solo berhenti di Jembatan Bacem, Sukoharjo.

img_0085
Mengarungi sungai Bengawan Solo dengan arus yang sangat tenang

“Bengawan Solo mulai dari Serenan sampai Bacem potensial untuk wisata. Alirannya tenang. Masih banyak pemancing berarti menandakan kualitas air juga masih bagus,” ujar salah seorang peserta, yaitu Ari.

Ketua Panitia Susur Bengawan Solo, Bagas Pandu Wrandini mengatakan kegiatan ini merupakan langkah awal untuk melihat potensi wisata dan ekonomi dari keberadaan Sungai Bengawan Solo. “Kali ini masih pemetaan secara general. Kegiatan lanjutan tentunya ada hingga pada penyusunan proposal penelitian,” papar dia.

Oleh: Sika Nurindah

img_0142
Perjalanan menuju jembatan Bacem didampingi SAR UNS
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s