MEMPELAJARI KEADAAN SURVIVAL

APA ITU SURVIVAL ?

Web

Orang-orang yang senang melakukan petualangan harus sadar akan resiko yang ada pada kegiatan tersebut. Pengetahuan dan pemahaman akan resiko yang mungkin di dapat merupakan suatu faktor yang esensial dalam kegiatan dan pelaksanaan kegiatan. Resiko apa saja yang mungkin muncul berkaitan erat dengan bahaya yang terkandung dalam pelaksanaan kegiatan.

Secara umum, sumber bahaya dapat berasal dari diri kita sendiri (Subjective danger) dan yang berasal dari lingkungan (objective danger). Subjective danger, misalnya : keteledoran, persiapan yang asal-asalan, pengetahuan yang minimal, dan lain-lain. Oleh karena sifatnya yang demikian, maka subjective danger masih berada di bawah penguasaan atau masih dapat kita kontrol. Objective danger merupakan bahaya yang mengancam dari luar diri kita, yang timbul dari lingkungan, misalnya : gempa bumi, banjir, tanah longsor, binatang buas dan lain-lain.

Perlu diingat bagaimanapun siapnya kita dalam menghadapi berbagai resiko, suatu waktu kita terpaksa menghadapi berbagai situasi kritis yang tidak diiinginkan. Situasi ini merupakan hal yang tidak terduga. Kondisi-kondisi kritis / marginal seperti itu dapat kita golongkan sebagai kondisi survival.

Mengapa Ada Survival ?

Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tersebut antara lain : Keadaan alam (cuaca dan medan), Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan), Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan).

Dalam keadan tersebut ada beberapa faktor yang menetukan seorang Survivor mampu bertahan atau tidak, antara lain : mental ,kurang lebih 80% kesiapan kita dalm survival terletak dari kesiapan mental kita.

Definisi Survival

Usaha apa saja yang perlu kita lakukan agar keluar dari kondisi survival, dalam arti dapat menguasai keadaan, dapat ditemukan dalam kata kunci survival itu sendiri.

  • Size up the situation

Sadarilah kondisi survival ini. Bagaimana kondisi teman-teman dan anda sendiri. Apakah ada yang cidera?. Berapa banyak persediaan bahan makanan yang tersisa?. Dalam lingkungan sperti apakah kita berada?.

  • Undue haste makes waste

Tindakan terburu-buru cenderung membuat kesia-siaan. Berpikir dan bertindaklah secara bijaksana. Setiap langkah harus dipikirkan secara mendalam.

  • Remember where you are

Pengenalan akan lingkungan atau daerah sekitar akan memberikan rasa kenal yang berpengaruh pada rasa aman, apapun yang kita putuskan untuk diam ataupun mencari bantuan. Pengenalan medan merupakan hal yang esensial.

  • Vanquish fear and panic

Kuasailah rasa takut dan panik. Merasa takut adalah normal dan perlu. Takut merupakan reaksi normal tubuh yang berfungsi untuk menyiapkan tubuh dalam kondisi yang mengancam. Perlu dengan ini diberikan tambahan energi pada tubuh bilamana diprlukan. Namun rasa takut perlu dikuasai dan dikontrol. Apabila tidak dikuasai rasa takut akan berubah menjadi rasa panik. Panik akan membuat orang terburu-buru dan membuang energi. Panik juga bisa disebabkan oleh rasa sepi yang selanjutnya mengakibatkan putus asa.

  • Improvice

Salah satu menagatasi rasa takut adalah dengan mengisi waktu yang ada dengan kegiatan-kegiatan yang ditujukan usaha-usaha dalam mengatasi kondoisi survival. Menerima kondisi yang ada dab berdasarkan hal itu merencanakan dan mengusahakan kebutuhan-kebutuhan dasar dengan berimprovisasi. Ubahlah cara pandang terhadap apa saja yang ada. Inilah hal terpenting dalam berimprovisasi.

  • Value living (hargailah hidup!)

Dalam keadaan survival hidup adalah sebuah harga yang sangat mahal, Orang dapat bertahan dan dengan hal itu dapat keluar dari kondisi survival karena mereka mengahargai hidup atau tidak berputus asa.

  • Act like the natives

Belajarlah dari penduduk setempat. Mereka lebih mengetahui dan mengusai medan. Jika bertemu dengan penduduk asli bersikaplah ramah.

  • Leran basic skills

Belajarlah dan latihlah teknik-teknik dasar. Jaminan yang terbaik adalah menguasai dan memahami teknik-teknik dan prosedur survival sehingga merasuk dan dapat dikerjakan secara otomatis. Berlatih dan tambah tingakatan pengetahuan tentang survival.

Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival tsb, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah “STOP” yang artinya :

S : Stop & seating / berhenti dan duduklah

T : Thingking / berpikirlah

O : Observe / amati keadaan sekitar

P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan

Hal-hal Yang Dihadapi

Pentingnya mempertahankan hidup ( survival ) berkaitan dengan munculnya kondisi kritis. Yang dapat dipertanyakan di sini : apa penyebabnya kritis ini muncul , atau dengan kata lain, “aspek” apa yang akan kita hadapi dalam situasi survival.

Dalam kenyataannya hal-hal yang akan kita hadapi tergantung pada spesifikasi kondisi tersebut, misalnya tersesat di gurun pasir, hutan yang lebat dan basah, atau di kutub akan memunculkan aspek-aspek yang berbeda. Namun di pihak lain dapat ditemukan adanya kesamaan-kesamaan tertentu pada aspek yang muncul pada situasi survival.

Secara umum, aspek-aspek itu dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu :

  1. Psikologis : panik, takut, cemas, kesepian / sendiri, bingung, tertekan, kebosana, dan lain-lain.
  2. Fisiologis : sakit, lapar, haus, lelah dan lainnya.
  3. Lingkungan : panas, dingin, kering, hujan, angin, vegetasi, fauna, dan lain-lain.

Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dan saling mempengaruhi. Aspek-aspek lingkungan dan fisiologis dapat mempengaruhi aspek psikologis. Aspek fisiologis dan psikologis akan muncul dari diri kita, sedangkan aspek lingkungan merupakan efek interaksi kita terhadap lingkungan sekitar kita.

 MODAL DASAR DALAM MENGHADAPI SURVIVAL

winter-survival

Dari beberapa kasus survival ada beberapa kesamaan yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam menghadapi situasi survival. Tentu saja selain pertolongan dari Tuhan atau nasib baik, ada 5 hal untuk menghadapi situasi survival, yaitu :

  1. Sikap mental
  • Semangat untuk tetap hidup
  • Kepercayaan diri
  • Akal sehat
  • Disiplin dan rencana matang
  • Kemampuan belajar dari pengalaman
  1. Pengetahuan
  • Cara membuat bivak
  • Cara memperoleh air
  • Cara mendapatkan makanan
  • Cara membuat api
  • Pengetahuan orientasi medan
  • Cara mengatasi gangguan binatang
  • Cara mencari pertolongan
  1. Pengalaman dan latihan
  • Latihan mengidentifikasikan tanaman
  • Latihan membuat trap, dll
  1. Peralatan
  • Kotak survival
  • Pisau jungle , dll
  1. Kemauan belajar

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s