PENDAKIAN GUNUNG SUMBING

PENDAKIAN GUNUNG SUMBING

“MENIKMATI” GEMURUH BADAI SUMBING

Behubung perkuliahan tengah dalam masa liburan, 4 Anggota GOVA (Aditya Putra, Bagas Pandu W, Dyah Ekawati K, dan Nindya Dewanti P) melakukan pendakian menuju Gunung Sumbing, yang dilakukan tanggal 11 Maret 2014 hingga 12 Maret 2015. Jalur yang kami lewati adalah jalur Garung lama, dimana jalur ini lebih sulit dibandingkan jalur Garung baru.

Pada 10 Maret 2015, kami ber-3 menginap di rumah mas Bagas yang berjarak tak jauh dari Terminal Tirtonadi, karena bus yang hendak kami naiki nantinya akan berangkat pada pukul 05:00 WIB. Tentunya untuk mengantisipasi ketinggalan bus karena malas bangun pagi hehe. Tanggal 11 Maret 2015 Pukul 04:30 WIB, kami bangun dan merapihkan beberapa logistik yang masih tercecer di luar carrier. Setelah itu kami berjalan kaki sekitar 10 menit menuju ke Terminal Tirtonadi, dan mencari bus jurusan Solo-Semarang dengan harga tiket sekitar Rp 25.000,-. Setelah bertemu dengan bus yang akan membawa kami ke Semarang, kami pun berangkat. Setelah perjalanan sekitar 2,5 jam ditempuh, kami pun turun di Terminal Bawen, Semarang, dan kembali menaiki bus jurusan Wonosobo dengan harga tiket Rp 15.000,-. Dalam perjalanan menuju Wonosobo, kami melihat si kembar Sindoro dan Sumbing yang menjulang tinggi diantara hamparan sawah luas. Setelah tertidur selama sekitar 1,5 jam, kami pun sampai di jalan raya Wonosobo, dan berjalan kaki dari sana menuju basecamp Nggarong. Tiket registrasi seharga Rp 15.000,- pun kami bayarkan di basecamp, dan bergegas mencari sarapan di warung dekat basecamp. Carrier telah terisi, begitu pun perut kami. Oke, kami siap menapak Puncak Sumbing!

dsc09420
Basecamp Nggarong dengan Gunung Sumbing yang terlihat jelas

Kami berangkat dari basecamp sekitar pukul 12:30 WIB, dengan cuaca yang agak mendung. Kami harus melewati desa Kledung dan area perkebunan warga terlebih dahulu, dan jarak menuju gerbang Sumbing bisa dibilang cukup jauh. Terlebih lagi, jalan aspal yang menanjak membuat beban di carrier kami serasa bertambah. Setelah sampai di gerbang keberangkatan, ternyata jalan aspal masih terlihat jauh dan pula berkelok. Dengan melihatnya saja mentalku sudah agak melorot hehe. Tapi, tentu tidak jadi masalah! Sepanjang jalan menuju pos I, kami temui banyak ojek berseliweran naik-turun. Kendaraan bermotor memang dapat menjangkau hingga pos I, dan cukup banyak pendaki yang menggunakan jasa ini. Setelah berjalan sekitar 2,5 jam, kami pun tiba di pos I pukul 14:30 WIB.

POS I: Malim

Disini terdapat tempat berteduh yang merupakan pangkalan ojek off-road. Beberapa pendaki yang turun di pos I kala itu pun merogoh kocek sekitar Rp 30.000,- agar tiba di basecamp lebih cepat. Ada sekitar 4 orang yang duduk di atas motor off-road nya dan menunggu ada pendaki turun. Setelah beristirahat sekitar 30 menit dan ngobrol santai dengan para tukang ojek, kami lanjutkan kembali perjalanan. Track menuju pos II adalah tanah yang cukup licin. Tanjakan pun cukup tinggi dan agaknya membuat kami kerepotan. Vegetasi disini masih lumayan lebat, dengan beberapa pepohonan pinus yang lumayan tinggi. Sekitar 2 jam waktu perjalanan kami tempuh, dan kami pun melihat plank pos II pada pukul 17:00 WIB.

dsc09427
Pos I dengan beberapa pengendara ojek yang menunggu penumpang

POS II: Genus

Hanya ada papan penanda pos II disini, tanpa ada tempat berteduh. Area untuk mendirikan camp juga tidak terlalu lebar. Pemandangan kota Wonosobo terlihat dibalik pepohonan di samping kiri kami. Karena hari tak lama lagi akan gelap, kami langsung melanjutkan perjalanan dengan target menuju pos III. Setelah dipikir-pikir kembali, daripada kami melanjutkan perjalanan malam hari yang kurang efektif, kami pun memutuskan untuk mendirikan camp dalam perjalanan menuju pos III. Pukul 17:30 WIB, kami mendirikan tenda, masak, kemudian beristirahat untuk melanjutkan keesokan harinya. Tanggal 12 Maret 2015, suara kicauan burung membangunkan kami. Sarapan, packing, dan pemanasan sudah kami lakukan. Kami pun kembali berangkat sekitar pukul 08:00 WIB. Jalur menuju pos III jauh lebih sulit dibandingkan jalur menuju pos II. Tanah yang licin, track menanjak yang tak habis-habis dan jalanan berkelok lah yang menjadi santapan kami. Belum lagi kabut yang secara tiba-tiba turun bersama hawa bekunya. Akhirnya, sekitar 2 jam kami lalui, dan kami tiba di pos III pukul 10:00 WIB.

dsc09443
Kabut tebal yang setia menemani perjalanan kami
dsc09439
Tempat camp di sekitar pos II dan pos III

POS III: Sedulupak Roto

Di pos ini, kami temui beberapa pendaki yang sedang ngopi sembari bersantai di depan dome nya. Kami pun ikut istirahat beberapa saat disini. Karena kami rasa pergerakan dengan carrier sedikit memperlama pergerakan, kami akhirnya meninggalkan carrier kami di pos III ini, karena kami harus mengejar waktu sebelum badai menerjang. Kami pun lanjut berjalan. Setelah area camp kami lalui, kami kembali menapaki jalan yang menanjak, dengan vegetasi yang makin berkurang. Setelah berjalan sekitar 1 jam, kami melewati medan bebatuan dengan ukuran yang cukup besar. Area-nya pun sudah agak terbuka, dan rentan terkena badai. Dan ternyata benar apa yang kami pikirkan. Hujan deras mengguyur kami sebelum kami tiba di pos IV. Dinginnya rintik hujan pagi itu membuat tubuh kami bergetar. Sebelum mencapai pos IV, kami melewati area Pasar Watu dengan bebatuan besar disekitar kami. Setelah berjalan menembus kabut dan menerjang badai, kami berteduh beberapa saat di ceruk bebatuan besar, sembari menunggu hujan reda. Setelah hujan pergi, kami lanjutkan kembali perjalanan, dan akhirnya sampailah kami di pos IV pukul 12:00 WIB.

dsc09449
Meluruskan kaki, sembari sejenak menghela nafas panjang

POS IV: Watu Kotak

Area di pos ini juga cukup kecil, dengan bebatuan besar disekitarnya. Disini kami tak banyak beristirahat dikarenakan tempat yang kurang nyaman untuk meluruskan kaki. Setelah lanjut berjalan, kami terus-menerus melangkahi bebatuan besar yang cukup tinggi. Tentu saja resiko terpeleset cukup besar. Tempat untuk genggaman tangan pun hampir tidak ada. Sesekali kami menengok ke belakang, melihat Gunung Sindoro yang tegak berdiri, untuk sedikit melupakan rasa kaku di sekujur tubuh ini. Perjalanan yang agak sulit ini pun kami lewati selama sekitar 1 jam, dan alangkah leganya kami, ketika tiba di tempat tertinggi Gunung Sumbing pada pukul 14:00 WIB.

dsc09451
Puncak Buntu dengan kawah dan hembusan belerangnya

PUNCAK SUMBING: Puncak Buntu

Dari sini, asap belerang kawah Sumbing terhirup pekat dalam indera kami. Bebatuan hasil erupsi Sumbing pun menjadi penghias puncak ini. Namun, sepertinya kami kurang beruntung, karena kabut semakin tebal kala kami tiba di puncak. Terlebih lagi, suara gemuruh petir terdengar cukup nyaring dari balik mega mendung. Karena sangat riskan terkena sambaran petir, kami pun bergegas turun setelah mengambil beberapa foto. Untunglah, awan hitam pergi saat kami melangkah turun sebelum tiba di pos III. Gunung Sindoro yang tadinya tertutup kabut kini terlihat sangat jelas. Dengan sedikit semangat tambahan itu, kami turun ke pos III untuk mengambil carrier, dan langsung melanjutkan perjalanan hingga ke basecamp. Karena saat mencapai pos II hari sudah gelap, kami terpaksa berjalan perlahan, karena tanah sehabis hujan sering membuat kami sering terjatuh. Dengan susah payah, akhirnya kami kembali ke basecamp dengan selamat sekitar pukul 19:00 WIB.

dsc09464
Keindahan panorama Sumbing setelah badai itu reda

Mungkin keindahan puncak Sumbing yang gagal kami nikmati secara sempurna, akan menjadi motivasi untuk mengulangi pendakian menuju Gunung Sumbing ini, suatu saat nanti. Tapi, dengan latihan fisik yang lebih giat tentunya, untuk mengantisipasi terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, atau bahkan faktor X yang bisa datang dari mana saja tanpa dapat diduga.

Oleh: Aditya Putra, NRA. GV-271/XXX

dsc09497
Jangan lupa selfie gank! 😀
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s