DIKLANTAP CAVING

DIKLANTAP CAVING

PANCA PILAR JEJEG ING GILAP

Di penghujung bulan pertama tahun 2017 ini adalah waktu yang sangat dituggu oleh para Anggota Muda Gopala Valentara untuk melakukan Diklantap Caving. Diklantap caving kali ini dilakukan di  Gua Song Gilap dan Gua  Gandok.  Kedua gua itu  berada satu berada satu komplek dengan Museum Karst Dunia, tepatnya di Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro.

Diklantap caving dilaksanakan pada tanggal 26-28 Januari 2017. Sebelum melaksanakan Diklantap ini, beberapa  persiapan telah kami lalui seperti refresh materi  tentang pengenalan ornamen gua, pemetaan  gua, dan juga latihan SRT oleh para anggota pemateri divisi caving.  Perjalan diklantap caving dimulai pada tanggal 26 Januari 2017. Sekitar pukul 8.00 pagi, kami berkumpul di  sekretariat Gova lantai 3 untuk melakukan packing alat dan juga persiapan logistik untuk 3 hari kedepan.  Setelah packingan kami selesai, kami semua sudah siap untuk berangkat. Sebelum berangkat para peserta yaitu Estri, Elinda, Fatimah, Anwar, Rafly dan pemateri  kak Luthfan, kak Angga, kak Gilang, kak Indah, kak Khusnul melakukan briefing terlebih dahulu pada pukul 13.45 WIB. Setelah selesai briefing tentang pembagian motor  selesai, tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya. Kami memutuskan untuk berteduh dahulu di gedung 1 FH dan mempersiapkan jas hujannya masing-masing. Setelah semua sudah memakai jas hujannya masing-masing, pada pukul 14.27 WIB kita memutuskan untuk berangkat di bawah rintik hujan yang sudah mereda. Perjalanan dari solo ketempat lantap sekitar 3 jam.

DCIM102MEDIA
Perisiapan alat dan materi di basecamp

Pada pukul 16.32 kami sampai di tempat yaitu rumah warga yang kami jadikan basecamp. Kemudian kakak pemateri yaitu kak Gilang, kak Luthfan, Fatim, Rafly mengikuti survey ke gua sedangkan sisanya yaitu kak Angga, kak Khusnul, kak Indah, Elinda, Estri, Anwar untuk beres-beres, mandi dan memasak untuk makan malam. Setelah survey dan masakan sudah siap, pada jam 17:10 WIB kami sholat jamaah dahulu sebelum makan dan setelah itu kami makan bersama. Setelah makan selesai, pada pukul  19:48 WIB kami membereskan tempat tidur. Setelah  itu, pada pukul 20:08 WIB kami mengadakan refresh materi dan penyampaian tata tertib oleh kak Luthfan sebagai kepala divisi tebing terjal & caving Gopala Valentara. Materi yang disampaikan pada malam itu adalah mengenai SRT, pemetaan, ornamen gua dan penyampaian rundown kegiatan besok pada waktu di gua dan setelah selesai refresh materi pada pukul 21:45 WIB kita mempersiapkan semua alat dan keperluan untuk besok dan kemudian tidur.

DCIM102MEDIA
Pemasangan SRT di Gua Song Gilap

Pada hari kedua, kami bangun pada pukul 4:20 WIB pagi. Dengan semangat kami memulai dengan memasak untuk sarapan pagi. setelah makanan sudah siap, pada pukul  5:08 WIB kami melaksanakan sholat jamaah, setelah itu kami sarapan. setelah selesai sarapan,  bersiap-siap untuk menuju gua pertama yaitu Gua Song Gilap. Perjalan menuju Gua tersebut memakan waktu sekitar 15 menit.  Setibanya di  tempat tujuan, pada pukul 07:10 WIB kami melakukan pemanasan terlebih dahulu, lalu mempersiapkan  untuk memasang Set Single Rope Technique (SRT). Rafly dan Fatimah memasang rigging sedangkan yang lain mempersiapkan diri memasang set untuk turun menggunakan SRT. Setelah semuanya sudah siap, satu persatu dari pemateri dan peserta turun menggunakan SRT secara bergantian.

DCIM102MEDIA
Salah satu peserta yang turun menggunakan teknik SRT
DCIM102MEDIA
Berjalan menuju Gua Song Gilap
DCIM102MEDIA
Salah satu ornamen gua yaitu stalaktit yang terbentuk melalui proses panjang

Setelah semua sudah turun, kami melepas set dan kemudian bergegas menuju Gua Song Gilap. Pemandangan di luar Gua Song Gilap sangat indah, dengan tebing disamping mulut Gua yang ditumbuhi stalaktit bewarna putih. pada pukul 10:13 WIB, kami para peserta kemudian masuk ke dalam Gua dan melakukan pemetaan dengan posisi yang bergantian sebagai shooter, pointer, descriptor dan porter ditemani oleh para pemateri. Di dalam gua tersebut kami menemukan ornamen gua seperti stalaktit, stalakmit, pilar, dan hewan seperti kalajengking, kelelawar, bekicot, jangkrik, ular. Tumbuhan yang ada di sekitar mulut gua yaitu tumbuhan paku dan daun talas. Ketika di dalam gua yaitu ketika sudah masuk tangah gua, kami sempat  merasakan kesulitan masuk  karena celah yang sangat sempit harus kita lalui. Kami juga sampai melepas pelampung karena sangking sempit celah menuju ke dalam gua.

DCIM102MEDIA
Laba-laba berukuran besar yang merupakan salah satu hewan endemik gua

Kami merasakan sesak nafas kekurangan oksigen, tapi dapat kami atasi karena kami membawa tabung oksigen di tas p3k. Sebelum keluar dari gua, kami mencoba mematikan headlamp untuk merasakan gelap abadi didalam gua. Pada pukul  12:01 WIB kami pun keluar dari gua dan beristirahat. Setelah istirahat selesai, kami melanjutkan untuk naik menggunakan SRT  secara bergantian dan selesai pada jam  16:13 WIB. Dan setelah semua selesai, kami kemudian merapikan alat dan kembali ke basecamp. Setelah sampai di basecamp, kami membersihkan diri dan setelah itu kami mempersiapkan memasak untuk makan malam. Setelah itu kami melakukan evaluasi kegiatan hari ke-2 dan mempersiapkan rundown kegiatan hari ke-3 yang tidak jauh berbeda dengan hari ke-2.

DCIM102MEDIA
Pemetaan yang kami lakukan di kedua gua

Hari ke-3 pun tiba, saatnya menuju gua gandok. Gua Gandok terletak tidak jauh dari goa song gilap. Kami disana kembali melakukan pemetaan namun tidak memakai SRT, karena gua gilap memiliki bentuk horizontal. Gua Gandok tidak sepanjang Gua Gilap oleh karena itu hanya butuh waktu sekitar satu jam melakukan pemetaan di Gua Gandok ini.  Ornamen di dalam Gua Gandok pun tidak jauh berbeda dengan Gua Gilap, hanya saja di goa gandok  banyak gundukan lumpur yang tebal. Pada pukul  10:02 WIB, kami pun selesai melakukan pemetaan. Di luar gua, kami diberi waktu berdiskusi oleh pemateri untuk memberikan nama pada diklantap caving kali ini. Setelah berunding, kami pun mendapatkan nama untuk diklantap caving kami yaitu “Panca Pilar Jejeg ing Gilap”, yang bermakna lima peserta yang diharapkan dapat menjadi manusia yang dapat memisahkan kebaikan dan keburukan, dan bisa berdiri tegak dalam kehidupan, supaya dapat membawa divisi tebing terjal dan caving Gopala Valentara menjadi divisi yang lebih baik.

DCIM102MEDIA
Pemandangan yang nampak dari mulut gua

Setelah itu kami pulang kembali menuju basecamp. Kemudian kami membereskan alat dan bersiap untuk kembali ke Solo. Setelah menunggu hujan reda dan semua siap, kami pun berpamitan pulang pada pemiilik rumah yang kita jadikan basecamp diklantap caving kali ini. Perjalanan kami mulai  pukul  16:45 WIB, kemudian sampai  di sekre Gopala Valentara pada pukul  20.23 dengan selamat.

 Oleh: Elinda Nur Hidayah, AMGV XXXIII

DCIM102MEDIA
Sesi foto setelah pemetaan usai 😉
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s