RAFTING OLAHRAGA ARUS DERAS

MEMPELAJARI BENTUKAN SUNGAI ARUS DERAS

“SUNGAI MEMILIKI BERBAGAI BENTANGAN YANG WAJIB KITA KETAHUI”

Berolahraga arus deras sebagai kegiatan kelompok memerlukan adanya kekompakan tim secara keseluruhan, kerjasama tim secara terpadu membutuhkan pengertian yang mendalam antara awak perahu dan dapat dikatakan sebagai faktor utama dalam menunjang berbagai kegiatan di sungai, karena tidak dapat dibantah bahwa kegiatan ini termasuk kegiatan yang beresiko tinggi (high risk activity). Dalam olahraga arus deras, sangat penting mengatahui medan yang akan kita arungi, yaitu sungai.

Sungai yang dimaksud di sini adalah sungai berarus deras, berbatu-berbatu dan memiliki jeram serta gelombang, karena sungai itulah yang layak digunakan sebagai tempat berolah raga arus deras. Seseorang yang ingin menjadi pengarung jeram perlu untuk mengetahui sifat dan dinamika sungai.

DSC01173
Sungai yang merupakan medan yang ditempuh para rafter

SIFAT SUNGAI

1. Debit sungai

Debit sungai adalah besarnya aliran persatuan waktu, ukuran yang umum digunakan adalah satuan volume perdetik (m3/detik) atau cubik feet second (cfs). Besar kecilnya debit sungai dipengaruhi oleh

2. Volume

Data untuk volume air perlu untuk diketahui sehingga dapat memastikan apakah sungai tersebut dapat diarungi atau tidak. Untuk mengetahui volume air dapat melihat tinggi muka air (biasanya terletak ditempat-tempat dekat jembatan).

Volume sungai yang dapat diarungi adalah berkisar antara 800 cfs atau 25 cm3/detik sampai 10.000 cfs atau 300m3/detik.

-) Kisaran volume tersebut dapat dibagi menjadi :

  • Sungai kecil, volume air berkisar 800 cfs atau 25 cm3/detik sampai 5000 cfs atau 125 m3/detik.
  • Sungai sedang, volume air berkisar 5000 cfs atau 125 cm3/detik sampai 10.000 cfs atau 250 m3/detik.

Sungai besar, volume air lebih dari 10.000 cfs atau 250 m3/detik.

3. Kemiringan sungai (gradient)

Tingkat kemiringan sungai menunjukkan nilai rata-rata penurunan dalam meter sepanjang jarak tertentu (kilometer/km). Tingkat kemiringan sungai dapat digunakan sebagai petunjuk tingkat kecepatan aliran.

Kemiringan sungai dapat dibagi menjadi :

  • Tingkat kecuraman 0-4 m/km, sungai berarus tenan, tidak mempunyai daerah berbahaya seperti riam/jeram.
  • Tingkat kecuraman 5-10 m/km, sungai dengan riam/jeram dan cukup ideal untuk ORAD.
  • Tingkat kecuraman 10-15 m/km, sungai yang berbahaya bila diarungi perahu karet, namun masih memungkinkan.
  • Tingkat kecuraman 15-20 m/km, sungai yang tidak mungkin diarungi dengan perahu karet, tapi masih mungkin dengan kayak yang lincah.
  • Tingkat kecuraman lebih dari 20 m/km, sungai tidak mungkin diarungi karena mempunyai air terjun atau riam ganas yang panjang dan bersambung-sambung.

4. Arus Sungai

Arus sungai adalah arah yang dituju aliran air dan penyebab dari adanya aliran air adalah perbedaan tinggi. Besar kecilnya arus sungai dipengaruhi oleh volume air, sedangkan kecepatan aliran air dipengaruhi oleh gradient dan ukuran sungai.

Macam-macam arus sungai :

  • Arus Utama (Mainstream)

Arus utama mudah dikenali karena merupakan arus yang paling besar. Pada bagian aliran sungai yang lurus, arus utama biasanya terletak ditengah. Sedangkan pada belokan arus ini berada pada sisi sebelah luar. Arus utama dapat terlihat berupa lidah air yang paling besar. Dalam melakukan pengarungan biasanya memilih arus utama sebagai jalur pengarungan, karena paling besar dan cepat sehingga dapat mempercepat laju perahu.

  • Gelombang Berdiri (Standing waves)

Kemiringan dasar sungai yang cukup besar menyebabkan arus menjadi kuat, tetapi karena benturan dengan arus lambat yang mengalir datar dibawahnya menyebabkan air menjadi naik membentuk gelombang keatas secara tetap. Gelombang ini biasanya berangkai, diawali oleh yang terbesar dan tinggi berangsur-angsur rendah dan datar kembali. Gelombang berdiri yang mencapai ketinggian 3 m disebut haystack.

  • Arus Balik (Reserve stream / Holes / Stopper)

Menggambarkan suatu arus yang berputar keatas dengan sendirinya karena adanya perubahan bidang jatuh yang cukup drastis. Arus balik dibedakan menjadi tiga, yaitu

  • Hole

Adanya batu yang berada di bawah permukaan air dan menghalangi arus air, mengakibatkan arus air menjadi naik dan pada permukaan berikutnya berputar ke belakang dari bawah. Hole yang besar sangat berbahaya karena bisa membalik perahu dan perahu dapat tertahan didalamnya, sedangkan hole yang tidak terlalu sedang dapat berguna untuk mengurangi kecepatan, sangat bagus untuk dilintasi dan bisa juga untuk permainan surfboat, dan membantu maneuver.

  • Hydraulic

Arus air yang turun secara vertikal menyebabkan arus air berputar dari bawah, dan daya putarnya lebih kuat dari yang pertama.

  • Back Curling

Dasar sungai yang cukup terjal menyebabkan arus menjadi sangat kuat, tetapi dasar berikutnya yang tiba-tiba landai akan menyebabkan arus tertahan akibatnya menjadi berbalik membentuk putaran diatasnya. Sedapat mungkin arus jenis ini dihindari, tetapi bila terlanjur masuk usahakan perahu masuk lurus dan dayung maju dalam-dalam agar mencapai arus maju dasar sungai, sehingga dengan segera dapat keluar dari arus balik.

  • Pusaran Air (Eddies)

Pada suatu tempat, dibalik batu atau tikungan dimana air berhenti dan mengalir ke arah hulu membentuk pusaran. Arus yang melingkar dan bergelombang inilah yang disebut Eddy. Kegunaan Eddy sebagai tempat berhenti (stop), sebagai break / rem / mengurangi kecepatan dan menolong untuk membelokkan perahu /manuver.

  • Belokan (Bends)

Pada belokan sungai arus yang cepat dan aliran yang dalam terdapat pada lingkaran luar belokan sungai, hal ini diakibatkan oleh adanya kekuatan sentrifugal, sehingga aliran permukaan yang lebih cepat mengarah dan menumpuk sepanjang tepi belokan bagian luar. Dan aliran arusnya lebih sempit dari bagian dalam dan alternatif untuk melaluinya sebaiknya pada bagian dalam. Perahu yang terlanjur masuk aliran bagian tepi luar belokan kemungkinan akan menabrak dan terhempas.

  • Cushion

Bebatuan yang timbul diats permukaan air akan menghalangi aliran arus sungai. Air akan menabrak bebatuan, berbalik, pecah dan menimbulkan beberapa bentuk gerakan air/arus dalam usahanya untuk terus mengalir ke hilir. Gerak arus sungai berupa ombak dan riak yang terbentuk didepan bebatuan yang timbul diatas permukaan air disebut cushion.

  • Pillow

Jika permukaan bebatuan dekat dengan air, maka sebagian dari arus sungai yang bergerak ke hilir akan menaiki bebatuan ini dan melewati bagian atasnya serta membentuk “benjolan air” yang disebut Pillow.

  • Lidah Air (Tongue of the Rapid)

Jika ada dua alur yang terhambat batu dan membentuk huruf V yang mengarah ke hilir akan terbentuk lidah air.

DSC01163
Salah satu arus sungai, yaitu back curling

BENTUKAN YANG ADA DI SUNGAI :

1. Batuan (Rock, Boulders)

Letak batuan atau tonjolan batu yang ada di sungai yang tidak beraturan akan mengakibatkan turbulensi aliran sungai. Di samping itu letak batuan yang tidak beraturan akan menyulitkan melakukan pengarungan terutama dalam manuver. Banyaknya batuan yang ada di sungai akan mengakibatkan laju perahu terhambat, perubahan arah perahu yang tidak dikehendaki, bahkan dapat berakibat perahu tersangkut (wrap).

2. Penyempitan Penampang Sungai (Conctriction, Bottle Neck)

Adanya penyempitan lebar penampang sungai menyebabkan arus menjadi lebih cepat. Hal ini juga menyebabkan laju perahu lebih cepat dari yang dikehendaki. Sehingga jika setelah ada penyempitan ada suatu hambatan akan menyulitkan pengarungan.

3. Pendangkalan Sungai (Shallows)

Jika penampang sungai melebar akibatnya akan membuat permukaan air menjadi turun. Jika terjadi pendangkalan yang dapat menyulitkan dalam pengarungan, maka yang perlu diingat adalah permukaan air dengan ombak yang besar menunjukkan aliran sungai yang dalam.

4. Hambatan (Strainer)

Hambatan adalah suatu rintangan yang terjadi karena adanya pohon tumbang yang menghalangi atau melintang diatas aliran sungai. Keadaan ini perlu dihindari dalam pengarungan, karena menyebabkan perahu akan tersangkut pada hambatan tersebut.

5. Undercut

Merupakan suatu bentukan yang terjadi karena terkikisnya dinding sungai hingga membentuk rongga. Arus yang mampu membentuk rongga ini biasanya sangat kuat sehingga jika perahu melewati arus ini akan menyebabkan awak perahu terbentur dinding sungai, atau perahu akan terbalik dan terjebak dalam rongga.

DSC09216
Salah satu bentuk strainer, yaitu batang pohon berukuran besar

JERAM

Jeram adalah bagian dari sungai yang mempunyai aliran yang cepat dan diantara batu berbagai ukuran ataupun hambatan yang membentuk turbulensi ataupun arus balik. Jeram merupakan bagian dari sungai yang paling sulit untuk dilewati, tetapi di jeram itulah letak tantangan dalam pengarungan sungai.

DCIM101MEDIA
Berbagai batuan, perbedaan permukaan sungai, dan debit air yang menimbulkan jeram 

Terbentuknya Jeram

Secara umum jeram terbentuk oleh adanya perubahan kecepatan ataupun arah aliran, perbedaan gradien, tonjolan atau bentukan dasar sungai, perubahan lebar sungai dan penambahan volume air. Karakter dari jeram tergantung dari faktor-faktor pembentuknya.

Skala Tingkat Kesulitan Jeram (Grade)

Dengan pengetahuan mengenai sifat dan dinamika sungai diatas, maka kita akan segera dapat mengantisipasi hal-hal tertentu. Kondisi yang menyatakan bahwa suatu jeram sungai itu sulit atau tidak dapat ditentukan dengan skala tingkat kesulitan jeram. Saat ini ada dua macam skala yang dikenal dalam arung jeram yaitu :

  1. Skala Internasional

Angka ukuran skala yang digunakan adalah I – VI. Skala ini dipakai di sungai-sungai di Amerika Utara dan di Eropa. Indonesia memakai skala internasional.

  1. Skala Western

Skala ini dipergunakan oleh penguasa Grand Canyon, Doc Marston. Ukurannya berkisar antara 1 – 10. Skala ini dipakai hanya di sungai-sungai bagian barat Amerika, salah satunya adalah Colorado.

Tabel skala jeram menurut tingkatannya adalah sebagai berikut:

Skala Internasional Skala Western Tingkat Kesulitan Jeram
0 Flat water (air mengalir tenang)
Class I 1,2 Easy (mudah)
Class II 3,4 Medium (Sedang)
Class III 5,6 Difficult (Sulit)
Class IV 7,8 Very Difficult (Sangat Sulit)
Class V 9,10 Extreme Difficult (Paling Sulit)
Class VI U Unruble (tidak dapat diarungi)

DSC01175
Kesalahan pemahaman bentukan sungai yang menyebabkan perahu tersangkut di bebatuan

Dengan mengenal sungai sebagai medan yang kita tempuh dalam olahraga arus deras, diharapkan kegiatan arung jeram yang kita lakukan lebih mudah ditempuh, dan tentunya dapat mengurangi berbagai reiko kecelakaan yang mungkin saja terjadi. Karena tanpa mengenal medan sungai yang akan kita tempuh, kita tak akana tahu resiko yang akan terjadi nantinya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s