PENGEMBARAAN CAVING

   MENYUSURI KEINDAHAN DALAM PERUT BUMI

Musim pengambaraan telah tiba, seperti biasa Pengembaraan Caving menjadi pembuka untuk Anggota Muda Gopala Valentara. Goa sendiri adalah kekayaan alam Indonesia yang didalamnya menyimpan keindahan yang hanya dapat ditemukan di dalam gua berupa ornamen,flora, dan, fauna. Penasaran? Mari kita simak kegiatan pengembaraan caving kali ini.

Pengembaraan Caving dilaksanakan pada 24-26 Juli 2017 yang bertempat di 2 gua yaitu Goa Branjang dan Goa Cerme.Goa Branjang terletak di Desa Giricahyo, Purwosari, Gunung Kidul, Yogyakarta yang berbentuk Vertikal dengan total kedalaman 30 meter sehingga harus menggunakan SRT ketika ingin menuruni gua ini. Gua Kedua adalah Gua Cerme yang bertempatdi Dusun Srunggo, D esa Selopumioro, Imogiri, Bantul, Yogyakarta yang berbentuk horizontal dengan panjang 1,5 meter dan berair namun tidak harus menggunakan pelampung karena ketinggian maksimal sekitar pinggang orang dewasa saja sehingga aman untuk dilalui.dengan diikuti oleh 2 Anggota Muda XXXIII Gopala Valentara yaitu Elinda dan Estri dengan 3 Pendamping yaitu Ilham, Indah, dan Luthfan.

b7d5483b-0ad3-4608-9d5a-cb03a6a07ca9
peserta Pengembaraan Caving sebelum berangkat

Senin 24 Jli 2017 kami berangkat dari kesekretariatan Gopala Valentara pada pukul 10.20 WIB setelah melakukan briefing terlebih dahulu. Setelah melalui perjalanan sekitar 3 jam, pukul 13.25 WIB Elinda dan Estri tiba di Kapolsek untuk mengurus perizinn yang belum selesai, sedangkan yang lainnya menurus basecamp untuk pengembaraan kali ini. Setelah menyelesaikan perizinan, Elinda dan Estri pun menyusul ke basecamp Paralayang dan sampai pada pukul 14.11 WIB kami istirahat dan menaruh barang di dalam basecamp setelah itu kita menemui Nyu Mah untuk sekedar bersendau gurau karena beliau pemilik warung disamping basecamp kami. Petang pun tiba, kami kemudian memutuskan untuk melihat keindahan sunset dari atas tebing parahlayang yang indah. Setelah itu pada pukul 18.22 WIB kami kembali ke basecamp untuk mandi dan Sholat. Setelah selesai memasak, pada pukul 19.18 WIBkami makan bersama. Selesai makan, kami melakukan refresh materi dan persiapan saja alat yang diperlukan untuk ke Goa Branjang. Setelah itu kami beristirahat dan tidur pada pukul 00.15 WIB.

8e29d6a5-2101-4f65-8281-94d0ac14b356.jpg
Refresh materi

Hari ke-2 pun tiba, kami bangun pada pukul 4.30 WIB untuk memasak dan makan. Setelah selesai, kami pun bersiap dan berangkat pada pukul 7.30. sebelum kami memulai untuk rigging, kami melakukan pemanasan terlebih dahulu. Kemudian kami melakukan rigging pukul 8.00 WIB, kemudian setelah rigging kami melakukan penurunan pada pukul 10.14. Estri turun pertama kali, dengan disusul oleh lainnya. Di dalam Goa Branjang tidak terlalu banyak tedapat ornamen, dan kebanyakan ornamennya sudah mati. Kami melakukan makan siang didalam gua sebelum melakukan pemetaan. Setelah melakukan penyelusuran kami pun naik pada pukul 16.52 WIB dan melakukan cleaning. Setelah sampai atas/mulut gua, ternyata ari sudah gelap. Dengan penerangan headlamp, kami pun bergegas melakukan cleaning dan selesai pada pukul 19.08 WIB dan bergegas menuju basecamp. Kami sampai Basecamp pada pukul 19.25, lalu kami membersihakan diri dan makan. Setelah makan, kami pun melakukan evaluasi dan dilanjut dengan rundown untuk gua ke-2 yaitu gua cerme. Setelah selesai, kami kembali melakukan packing dan persiapan alat untuk di bawa besok. Pada pukul 23.09 WIB kami pun beristirahat dan tidur.

02c1d8d7-defa-4a72-8cc8-45f6563c1b65
suasana pembuatan rigging
cddebab1-c647-4ea6-9ab5-9f9eb4dac2ee
Penampakan Goa Branjang dari mulut Goa

Di hari terakhir, kami pun sudah tidak sabar untuk menyelusuri indahnyagua cerme. Kami bangun pada pukul 5.55 WIB, lalu kami memasak untuk sarapan. Setelah sarapan kami selesai, dilanjutkan dengan persiapan menuju gua cerme dengan perkiraan 1 jam perjalanan dari gua branjang. Sebelum meninggalkan basecamp paralayang, kami berpamitan dengan nyu mah dan kemudian melanjutkan perjalanan ke gua cerme pada pukul 7.05 WIB. Setelah perjalanan kurang lebih 1 jam, kami pun tiba di gua cerme. Goa Cerme memiliki panjang 1,5 kilo meter dan sudah dijadikan sebagai tempat wisata. Sebelum masuk, kami harus membayar uang registrasi terlebih dahulu dan kita juga diantar oleh seorang guide untuk menyelusuri Goa Cerme. Ketika masuk, kami sudah disambut dengan air dengan kedalaman 5cm dan seterusnya sampai kedalaman sekitar 60cm lebih. Kami pun tetap semangat untuk melakukan pemetaan dengan ditemani ornamen gua yang indah. Tak jarang kami berhenti sebentar untuk menikmati pemandangan di dalam gua ini seperti air terjun, flow stone, gordam dan yang lainnya. Selain medan yang berair, kami juga harus menunduk atau sampai merangkak dikarenakan  sisi atas dan bawah gua yang pendek. Setelah melewati berbagai rintangan, kami pun akhirnya keluar gua dengan perasaan puas dan lega.

5a9bb0be-e28d-43a2-aa26-bfe36d809a24
Sebelum memasuki Goa Cerme
8f0cc0ba-f5f7-4293-83cc-5d03ff004b41
Keindahan Air terjun di dalam Goa Cerme
b6425f2d-218e-44f1-a42d-48ccb7ec71eb.jpg
keindahan Flow stone salahsatu ornamen Goa

Setelah kami keluar dari Goa Cerme, kami harus berjalan menuju tempat awal masuk ke Goa Cerme dengan berjalan kaki. Kemudian kami melakukan sosial p[edesaan dengan mewawancarai salah satu warga di sekitar Goa Cerme yang berprofesi sebagai pemilik warung. Setelah selesai, kami pun membersihkan diri, dilanjutkan dengan packing dan perjalanan pulang ke Solo.

 

121d9a56-65da-43a5-b9ff-868ca4432549
Foto peserta besama pendampng Pengembaraan Caving

Estri Krismona Sasmita AMGV XXXIII

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s