DIKLANTAP CAVING

TRI ISVARA PRAVEENA KUNCI TLORONG

Pendidikan, latihan, dan pemantapan GOPALA VALENTARA terus berlanjut. Kurang lebih dua minggu setelah DIKLANTAP divisi air, agenda selanjutnya yaitu DIKLANTAP divisi caving. DIKLANTAP caving yang awalnya dijadwalkan pada 22-23 Januari 2018, dimajukan menjadi tanggal 20-21 Januari 2018 di gua Tlorong. Demi kelancaran saat DIKLANTAP nanti, para anggota muda melakukan latihan. Sebelumnya para anggota muda latihan SRT di kampus yang dibimbing oleh kak Fatim dan kak Estri. Latihan ini diikuti oleh Dewi, Aby, dan Prima. Pada latihan tersebut, anggota muda latihan memasang ancor antara lain jalur utama, back up, dan pengaman. Selain itu juga belajar memasang set SRT. Setelah itu anggota muda melakukan latihan lagi dua hari dan satu hari sebelum keberangkatan. Latihan ini diikuti oleh Dewi, Aby, Prima, dan Disty. Kali ini selain memantapkan memasang set SRT, kami juga melakukan latihan pindah tali jika ada antifriksi.  Dibimbing oleh kak Estri, kak Elinda, kak Luthfan, dan kak Fajri. Setelah melakukan latihan, malamnya para anggota muda bersiap-siap untuk packing. Para anggota muda pun mem-packing alat-alat yang akan dibawa pada saat DIKLANTAP.

IMG_20180119_145116
Latihan sebelum pemberangkatan Diklantap Caving

Keesokan harinya, pukul 07.00 pagi kami para anggota muda sudah berkumpul dan segera mem-packing barang pribadi yang akan dibawa. Setelah semua siap dan pemateri yang ikut pun siap, kami segera melakukan briefing yang dipimpin oleh Dewi selaku ketua perjalanan. Tepat pukul 10.46 kami melakukan perjalanan menuju gua Tlorong. Sesampainya di lokasi, kami memarkirkan motor-motor kami di salah satu rumah warga. Setelah itu kami berjalan ke tempat camp. Kami pun segera membangun bivak dan ishoma. Setelah semua selesai, kami melakukan refresh materi caving. Yakni fungsi-fungsi alat, cara riging, memasang ancor, ornamen gua, dan SRT. Setelah itu kami segera bersiap-siap menyusuri goa pertama yaitu goa kunci. Kami menyiapkan cover all, helm, sepatu boots, kompas, klinometer, meteran, dan alat tulis.

1517198725628
Peserta Diklantap Caving Sebelum pemberangkatan

Gua kunci merupakan goa horizontal sehingga kami belum menggunakan teknik SRT. Di gua kunci kami hanya melakukan pemetaan. Saat menyusuri goa kunci, kami dibimbing oleh kak Luthfan dan kak Elinda. Karena jumlah kami yang sedikit, maka kak Luthfan membantu kami dalam pemetaan gua. Disini kak Luthfan menjadi pointer. Sedangkan Dewi menjadi leader dan menentukann stasiun dalam pemetaan. Aby menjadi shooter dan Disty menjadi descriptor sekaligus menjadi assistant descriptor. Selama menyusuri gua kunci kami menemukan ornamen gua yaitu gourdam dan flowstone. Kami juga menemukan flora fauna dalam gua yaitu tumbuhan paku dan lumut, kalajengking, katak, laba-laba, semut, dan kelelawar. Setelah kurang lebih satu jam melakukan pemetaan, kami berhasil mencapai TOP. Kami pun mengambil dokumentasi dan berjalan keluar goa. Kami pun beres-beres, istirahat, sholat, dan makan. Setelah itu kami menyiapkan alat untuk kembali refresh materi. Pukul 19.05 kami melakukan laporan kegiatan pada hari itu dan evaluasi. Setelah itu kami refresh materi fokus pada SRT untuk persiapan esok hari di gua tlorong yang merupakan goa vertikal hotizontal. Setelah melakukan refresh materi kami segera istirahat.

1517144394967
pemetaan di Goa Kunci
1517144374258
salah satu ornamen yang ditemukan di Goa Kunci

Esok harinya, kami bangun pukul 05.04 WIB. Namun karena pagi itu kondisi hujan, kami tidak bisa keluar dari bivak. Kami akhirnya masak dan sarapan di dalam bivak. Setelah hujan reda kami segara bersiap-siap untuk susur goa di Tlorong. Sesampainya di mulut goa kami segera memilih tempat untuk dijadikan ancor utama, backup, dan pengaman. Kami memilih pohon sebagai ancor dan juga pengaman. Setelah semua siap, kami segera memasang set SRT sesuai giliran turun ke dalam gua. Urutan turun ke dalam goa dimulai oleh kak Estri, lalu dilanjut oleh Dewi dan kak Luthfan. Karena set SRT yang kami dibawa kurang untuk jumlah anggota yang turun, maka kami bergantian memakai set SRT. Setelah kak Luthfan dilanjut oleh Disty, lalu Aby dan terakhir kak Ilham. Setelah semua turun dan melepas alat SRT. Kami segera memulai susur goa tak lupa dengan melakukan pemetaan. Posisi pemetaan sama dengan hari sebelumnya. Tapi, di tengah pemetaan kami diberitu oleh pemateri untuk bertukar posisi. Yaitu Aby menjadi leader beserta pointer, Disty menjadi shooter, dan Dewi menjadi descriptor sekaligus assistant descriptor. Setelah pemetaan dirasa cukup kami lanjut menyusuri goa hanya dengan pemetaan kasar. Selama di dalam goa kami tidak menemukan banyak ornamen goa. Kami hanya menemukan gourdam. Selain itu hewan yang kami temukan antara lain jangkrik gua, kecoa, dan kelelawar. Kami sempat kesusahan melewati sarang kelelawar karena jumlah kelelawar yang banyak dan beterbangan di sekitar kami. Setelah mecoba beberapa lorong nampaknya kami tidak menemukan jalan keluar. Diantaranya lorong yang berakhir buntu. Selain itu kami hampir mencapai mulut goa selanjutnya, namun karena kami mengalami kendala yaitu jalan yang sangat kecil sehingga terlalu susah untuk dilewati. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali  lagi. Sebelum kembali ke pintu goa awal, kami juga mendokumentasikan diri kami di dalam goa.

1517144408103
Gambar dari mulut Goa Tlorong

Setelah sampai di mulut goa awal kami istirahat sebentar sambil makan siang. Setelah itu bergiliran naik ke atas. Diawali oleh kak Ilham, lalu Aby, kak Luthfan, Disty, kak Estri, dan terakhir Dewi sekaligus melakukan cleaning. Sambil menunggu kak Estri dan Dewi naik. Aby dan Disty bersih-bersih di sumber air yang terdapat di dekat gua. Setelah bergantian bersih-bersih kami segera cleaning dan checklist alat-alat. Selagi menchecklist alat, kami dibuatkan makanan oleh pemateri karena kami lapar. Setelah semua selesai, kami melakukan laporan dan evaluasi. Dan melakukan perjalanann pulang.

1517144345845
Tri Iswara Praveena Tlorong

Kami tidak lupa memberi nama DIKLANTAP kami yaitu Tri Isvara Praveena Kunci Tlorong yang berarti tiga orang pemimpin yang terampil, adil, dan tegas yang memulai penelusurannya di Goa Kunci dan Goa Tlorong, serta diharapkan dapat melahirkan pemimpin-pemimpin selanjutnya yang dapat membagi ilmunya untuk Divisi Caving GOPALA VALENTARA kedepannya.

        Oleh Disty Allyagita C. AMGV/XXXIV

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s