Konservasi Mangrove

Konservasi mangrove sebagai upaya mewujudkan keseimbangan kehidupan

     Hutan mangrove merupakan hutan yang menghasilkan tumbuhan heterogen, habitatnya yang berada di zona pasang surut air laut di sepanjang garis pantai tropis sampai sub-tropis. Hutan mangrove dianggap sebuah ekosistem yang unik karena merupakan perpaduan antara ekosistem darat dan ekosistem perairan. Seiring dengan kehidupan manusia timbul beberapa faktor yang menjadi penyebab berkurangnya ekosistem mangrove, diantaranya:

  1. Penggunaan lahan hutan mangrove menjadi pemukiman.
  2. Eksploitasi hutan mangrove yang tak terkendali oleh masyarakat
  3. Polusi limbah di muara sungai yang mengancam ekosistem mangrove
  4. Sedimentasi dan abrasi yang tak terkendali yang merusak ekosistem mangrove.

Sebagai manusia yang hidup bergantung kepada lingkungan, dalam aktivitas kehidupan sekecil apapun sebaiknya  jangan sampai menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan itu sendiri dan lingkungan yang lainnya. Upaya pelestarian lingkungan juga diperlukan analisis terhadap efek domino yang akan ditimbulkan.

20180426_161403.jpg
Kawasan Mangrove (Sumber: pribadi)

     Berkurangnya ekosistem mangrove sangat disayangkan karena ekosistem mangrove memiliki beberapa fungsi yang penting, seperti:

  1. Habitat satwa

Beberapa jenis burung hidup disini, daratan lumpur yang luas berbatasan dengan hutan mangrove menjadi tempat mendaratnya ribuan burung pantai, contoh: burung Blekok Asia (Limnodrumus semipalmatus).

  1. Pelindung terhadap bencana alam

Melalui proses filtrasi, hutan mangrove dapat melindungi bangunan atau vegetasi alami dari badai atau angin yang bermuatan garam.

  1. Pengendapan lumpur

Pengendapan lumpur dapat membuat kualitas air laut terjaga dari endapan lumpur erosi. Pengendapan lumpur berhubungan erat dengan penghilangan
racun dan unsur hara air, karena bahan-bahan tersebut seringkali terikat
pada partikel lumpur.

  1. Penambah unsur hara

Penambahan unsur hara dapat terjadi melalui proses pengendapan yang berasal dari berbagai sumber, contoh: pencucian hasil pertanian.

  1. Penambat racun

Banyak racun yang memasuki ekosistem perairan dalam keadaan terikat
pada permukaan lumpur atau terdapat di antara kisi-kisi molekul partikel
tanah air. Beberapa spesies tertentu dalam hutan mangrove bahkan
membantu proses penambatan racun secara aktif.

  1. Sumber plasma nutfah

Plasma nutfah dari kehidupan liar sangat besar manfaatnya baik bagi
perbaikan jenis-jenis satwa komersial maupun untuk memelihara populasi
kehidupan liar itu sendiri.

  1. Sarana pendidikan dan penelitian

Upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan
laboratorium lapang yang baik untuk kegiatan penelitian dan pendidikan.

8. Penyerapan karbon

Hutan mangrove mengandung sejumlah besar bahan organik yang tidak membusuk. Karena itu, hutan mangrove lebih berfungsi sebagai penyerap karbon dibandingkan dengan sumber karbon karena proses fotosintesis mengubah karbon anorganik (C02) menjadi karbon organik dalam bentuk bahan vegetasi. Pada sebagian besar ekosistem, bahan ini membusuk dan melepaskan karbon kembali ke atmosfer sebagai

9.Rekreasi dan pariwisata

20180427_143850
Salah Satu Pemanfaatan Wilayah Mangrove (Sumber: Pribadi)

Upaya Konservasi Hutan Mangrove di Indonesia

     Untuk konservasi hutan mangrove dan sempadan pantai, Pemerintah RI telah menerbitkan Keppres No. 32 tahun 1990. Sempadan pantai adalah kawasan tertentu sepanjang pantai yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi pantai, sedangkan kawasan hutan mangrove adalah kawasan  pesisir laut yang merupakan habitat hutan mangrove yang berfungsi memberikan perlindungan kepada kehidupan pantai dan lautan. Sempadan pantai berupa jalur hijau adalah selebar 100 m dari pasang tertinggi kea rah daratan.

     Demi suksesnya upaya konservasi mangrove yang dilakukan perlu adanya strategi. Sumberdaya alam yang merupakan perwujudan dari keserasian ekosistem dan keserasian unsur-unsur pembentuknya perlu dijaga dan dilestarikan sebagai upaya menjamin keseimbangan dalam rangka pembangunan manusia seutuhnya yang sejahtera secara berkesinambungan. Kebijaksaan ini dituangkan dalam strategi konservasi, yaitu :

  1. Perlindungan terhadap sistem penyangga kehidupan, dengan menjamin terpeliharanya proses ekologi bagi kelangsungan hidup biota dan ekosistemnya;
  2. Pengawetan keanekaragaman sumberdaya plasma nutfah, yaitu menjamin terpeliharanya sumber genetik dan ekosistemnya bagi kepentingan umat manusia;
  3. Pelestarian pemanfaatan jenis dan ekosistemnya, yaitu dengan mengatur dan mengendalikan cara-cara pemanfaatannya, sehingga mencapai manfaat yang optimal dan berkesimnambungan.

Adapun beberapa tujuan dari   konservasi mangrove adalah :

  1. Melindungi jenis-jenis biota (dengan habitatnya) yang terancam punah.
  2. Mengelola daerah yang penting bagi pembiakan jenis-jenis biota yang bernilai ekonomi.
  3. Memanfaatkan daerah tersebut untuk usaha rekreasi, pariwisata, pendidikan dan penelitian.
  4. Sebagai tempat untuk melakukan pelatihan di bidang pengelolaan sumberdaya alam.
  5. Sebagai tempat pembanding bagi kegiatan monitoring tentang akibat manusia terhadap lingkungannya.

 

 

Oleh : Ida Andira Martines GV-292/XXXIII

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s