ETIKA DALAM MELAKUKAN PENDAKIAN DI GUNUNG

MENDAKI NYAMAN KELESTARIAN ALAM TERJAGA

Akhir-akhir ini, gunung seolah-olah menjadi tempat yang harus dikunjungi oleh anak muda. Mendaki gunung bukan lagi hal yang hanya dilakukan oleh sekelompok pencinta alam atau pendaki gunung, tetapi juga dilakukan oleh kalangan anak muda yang awam mengenai kegiatan pendakian. Ketidaktahuan ini yang seringkali menyebabkan kurang kesadaran dalam menjaga lingkungan di gunung. Etika dalam melakukan pendakian sangat diperlukan untuk tetap menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan pula. Berikut beberapa sikap dan etika dalam melakukan pendakian, antara lain:

  1. Tidak membuat kegaduhan

Memang setiap orang mempunyai kebebasan untuk keperluan menghibur dirinya, bebas bercanda, memperdengarkan musik ketika mendaki gunung, namun sebaiknya. Jangan sampai Anda dinilai negatif oleh orang lain karena perbuatan anda sendiri. Selain itu, dikhawatirkan terdapat beberapa jenis binatang yang tidak suka jika terusik.

  1. Membawa turun sampah
2
Sampah di Gunung (Sumber: Dok. Pribadi)

Dilarang mengambil apapun kecuali foto, dilarang meninggalkan apapun kecuali jejak, dan dilarang membunuh apapun kecuali waktu. Dengan minimnya kesadaran untuk membawa sampah turun dari kawasan gunung, tidaklah mustahil, anak cucu kita nantinya hanya akan melihat indahnya gunung serta panorama lainnya hanya pada sebuah foto. Gunung yang asri dengan rimbunnya vegetasi hanya akan menjadi isapan jempol belaka apabila kita tidak menjaganya.

  1. Tidak mengotori sumber air yang tersedia

Di beberapa gunung di Indonesia mempunyai sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan minum dan memasak. Sebagai contoh sumber air di gunung Andong, Gunung Merbabu via Suwanting, dan gunung Gede Pangrango. Sumber air sangat penting bagi kita, terlebih jika jalur yang kita lewati adalah track yang curam dan panjang, karena dengan begitu konsumsi air kita akan lebih banyak dibanding dengan  kondisi track yang landai.

  1. Tidak melakukan tindakan vandalisme
3
Vandalisme (Sumber: Dok. Pribadi)

Aksi  vandalisme, seperti mencoret-coret batu atau papan petunjuk di jalur pendakian, hampir dapat kita temui di semua tempat pendakian. Namun akankah akan terus menerus seperti itu? Alangkah baiknya, bilamana kita melihat seseorang baik dari kelompok kita, maupun dari pendaki lainnya melakukan hal yang demikian, sebaiknya kita tanpa sungkan menegurnya. Karena kelestarian alam ini adalah tanggung jawab moral kita bersama.

  1. Jadilah pendaki yang taat aturan dengan melakukan registrasi dan tidak melanggar batas pendakian
4
Pos Pendakian (Sumber: Dok. Pribadi)

Hal ini seringkali terjadi, beberapa pendaki masih saja ada yang melakukan pendakian tanpa melakukan registrasi terlebih dahulu. Tujuan melakukan registrasi tidak hanya sekedar mencatat anggota saja, melainkan sebagai pemantauan pihak pengelola bilamana terjadi hal yang tidak diharapkan, sebagai contoh pendaki yang hilang, terjadi kebakaran hutan yang mengharuskan pihak pengelola gunung untuk melakukan sterilisasi daerah gunung terhadap para pendaki.

  1. Saling membantu antar pendaki

Diantara pendaki, tidak boleh ada yang egois. Karena kita di gunung mempunyai hobi dan tujuan yang sama, maka penting bagi kita untuk saling membantu jika mengalami kesusahan. Rata-rata sikap komunikatif antara sesama pendaki sudah terjalin dengan baik, sebagai contoh bertegur sapa saat berpapasan.

  1. Tidak merusak, merubah papan petunjuk arah dan sarana lainnya
5
Papan Penunjuk Arah (Sumber: Dok. Pribadi)

Sungguh tidak terpuji bilamana kita melakukan tindakan ini. Petunjuk arah yang tersedia memudahkan kita untuk mencari jalur yang akan kita lewati. Dengan merusak ataupun merubah arah papan tersebut, akan mencelakakan diri orang lain karena beresiko menuju arah yang salah dan keluar dari jalur pendakian.

  1. Mencari tempat yang tepat untuk keperluan buang air

Baik itu buang air besar maupun buang air kecil sebaiknya berada di tempat yang jauh dari jalur pendakian, jauh dari mata air, serta jauh dari area untuk mendirikan tenda. Agar tidak mengganggu pendaki lainnya, kita bisa menggunakan teknik gali lubang serta tutup lubang sisa pembuangan kita. Pastikan tempat yang kita gunakan aman dari binatang berbahaya dan tidak berada pada jalur aliran air.

  1. Tidak merusak habitat satwa dan tidak membawa pulang baik itu satwa atau flora yang ada

Ketika mendaki gunung, kita hanyalah sebagai pendatang. Sebagai pendatang kita tidak mempunyai hak apa-apa selain melihat dan menikmati alam disekitarnya. Dan sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga habitat penghuni asli kawasan gunung tersebut, yakni satwa-satwa liar. Kawasan gunung sebagian besar masuk dalam kawasan konservasi dan hutan lindung, sehingga kita dikenakan hukuman bilamana kita kedapatan membawa hewan dari kawasan tersebut.

  1. Menjunjung tinggi adat istiadat setempat

Dimana tanah dipijak, disitu langit dijunjung. Peribahasa tersebut akan terus berlaku, karena setiap tempat yang kita kunjungi mempunyai  istiadat masing-masing. Oleh karenanya kita harus mengikuti adat serta norma yang berlaku di dalam masyarakat tersebut. Bila kita mengikuti adat yang ada serta norma yang berlaku, maka masyarakat sekitar akan menghargai kita. Sebagai contoh ketika kita meminta informasi tentang lokasi basecamp, sebaiknya kita berbicara dengan sopan.

  1. Jangan Sombong Dan Takabur
6
Pendaki Melakukan Ibadah (Sumber: Dok. Pribadi)

Mendaki gunung dan berada di alam bebas seharusnya membuat kita lebih mawas diri dan tidak sombong, mengingat begitu kecilnya diri kita di luasnya ciptaan Sang Pencipta kita. Ingatlah sobat bahwa mendaki gunung bukanlah menaklukkan tingginya sebuah gunung, mendaki gunung adalah seni untuk menaklukkan diri sendiri, menaklukkan kesombongan diri sendiri, dan mengendalikan diri sendiri.

 

Oleh : Krismona Dewi Arini / GV-293/XXXIII

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s