SOLUSI PENGURAI LIMBAH PLASTIK DI MASA DEPAN

ULAT PEMAKAN PLASTIK

Kehadiran plastik sangatlah vital dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari pembungkus makanan, wadah, hingga perkakas lainnya yang terbuat dari bahan plastik. Namun dibalik kegunaannya itu, Bahan plastik ternyata sangat sulit diurai oleh tanah loh, hal ini membuat material plastik menjadi sampah abadi yang bisa membawa efek membahayakan bagi lingkungan. Di Indonesia saja, menurut riset LSM Generation mengenai produksi sampah kantong plastik yang dilakukan pada tahun 2010 diketahui bahwa rata-rata satu orang menggunakan sekitar 700 kantong plastik setiap tahunnya. Lebih parahnya lagi, menurut penelitian yang dilakukan oleh American Association for Advancement of Science, Indonesia merupakan negara peringkat kedua penyumbang sampah plastik di lautan yang paling banyak di dunia (1,29 juta metric ton sampah plastik). Waduh, lalu bagaimana cara menanggulanginya? Berbagai cara telah dilakukan untuk menekan limbah plastik ini, mulai dari daur ulang limbah plastik, kampanye pengurangan penggunaan plastik, hingga beralih ke wadah atau bungkus selain plastik yang lebih ramah lingkungan.

52900

Dari sekian banyak cara-cara penanggulangan limbah plastik diatas, mungkin terdengar biasa bagi kita, namun pernahkan kamu mendengar tentang hewan yang dapat mengurai plastik? Iya mengurai! bukan Cuma memakannya. Nah, belum lama ini ada kabar baik datang dari para peneliti di Cambridge University. Seekor ulat yang gemar menyantap kantong plastik ditemukan. Ulat ini nantinya bisa jadi penyelamat dan pemegang kunci dalam menangani masalah sampah plastik yang semakin menumpuk di dunia.

12

Setelah diteliti lebih lanjut, Para peneliti menemukan fakta bahwa larva ngengat yang biasa memakan kandungan lilin pada serang lebah, ternyata juga sanggup mengurai plastik. Berdasarkan eksperimen yang mereka lakukan, “ulat super” ini sangup memecah ikatan kimia plastik dengan cara yang sama saat mereka mencerna lilin lebah. Ulat-ulat super ini dikenal dengan nama Galleria Mellonella atau ulat ngegat. Ulat ngengat ini dapat menghasilkan lubang di kantong plastik dalam kurun waktu kurang dari satu jam. Menurut Dr. Paolo Bombelli, ahli biokimia di University of Cambridge, “Ulat tersebut akan menjadi titik awal, Kami berencana menerapkan penemuan ini menjadi cara yang layak untuk menyingkirkan sampah plastik, bekerja menciptakan solusi untuk menyelamatkan samudra, sungai, dan lingkungan kita dari dampak akumulasi plastik yang tak terhindarkan,” ujarnya.

1222

Mikroba yang ada pada pencernaan ulat diyakini memiliki peran penting dalam mendegradasi plastik. Nantinya jika proses kimia dapat diidentifikasi maka hal tersebut dapat menjadi kunci dalam menemukan solusi masalah sampah plastik. Dalam tes laboratorium, peneliti menemukan bahwa 100 cacing dapat melahap 92mg polietilena dalam waktu 12 jam.Ini jauh lebih cepat daripada bakteri penghancur plastik yang telah ditemukan sebelumnya. Sebelumnya bakteri Ideonella sakainesis sempat dikabarkan dapat menghancurkan 0,13mg plastik dalam sehari.

Nah, walaupun kehadiran ulat ini membawa kabar gembira, kita juga harus menjaga lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik dan yang terpenting membuang sampah pada tempatnya.

Source: bbc.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s